Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PM Australia Albanese Puji Program MBG: Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

Viral Raffi Ahmad Disebut Dapat Proyek 300 Dapur MBG di Banten, Kepala BGN: Tidak Benar!

Kamis, 22 Mei 2025 - 18:46:00 WIB
Viral Raffi Ahmad Disebut Dapat Proyek 300 Dapur MBG di Banten, Kepala BGN: Tidak Benar!
Kepala BGN Dadan Hindayana membantah kabar beredar yang menyebutkan Raffi Ahmad mendapatkan 300 titik proyek dapur dalam program MBG di Provinsi Banten. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, buka suara terkait informasi beredar di media sosial dan beberapa portal berita yang menyebutkan Raffi Ahmad mendapatkan 300 titik proyek dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten. Dia menegaskan kabar tersebut tidak benar.

Dadan mengatakan, awalnya dia tidak mengetahui isu tersebut saat ditanya oleh awak media. Untuk memastikan kebenarannya, dia langsung menghubungi Raffi Ahmad secara pribadi. Dari hasil komunikasi tersebut, Raffi menegaskan dirinya tidak terlibat dalam proyek dapur MBG maupun bekerja sama dengan pihak pelaksana mana pun yang terlibat dalam program tersebut.

"Saya tadi menghubungi langsung Raffi Ahmad guna mengonfirmasi apakah dirinya mungkin berafiliasi dengan salah satu mitra pelaksana. Namun, Raffi Ahmad menyatakan bahwa ia tidak terlibat sama sekali dalam proyek dapur MBG maupun berafiliasi dengan mitra pelaksana mana pun," kata Dadan dalam keterangan tertulis, Kamis (22/5/2025).

Dia menambahkan, informasi yang menyebutkan Raffi mendapatkan ratusan titik proyek MBG di Banten tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas. Proses penunjukan mitra pelaksana program MBG dilaksanakan melalui mekanisme yang jelas, terbuka, dan dapat diaudit.

"Tidak benar informasi yang menyebutkan Raffi Ahmad mendapatkan ratusan titik proyek dan itu tidak berdasar," ujarnya.

BGN mengimbau masyarakat dan media untuk berhati-hati dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Hal tersebut berpotensi menimbulkan dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta merusak kepercayaan publik terhadap program strategis pemerintah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut