Viral Warga Masak Telur Ceplok Pakai Panas Matahari, Ini Kata BMKG
JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ihwal cuaca panas ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Fenomena alam tersebut memang cukup menyita perhatian publik akhir-akhir ini, hingga muncul beberapa video viral yang menampilkan kegiatan warga tengah menggoreng telur dengan memakai panas matahari sebagai pengganti api kompor.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, cuaca panas ekstrem di beberapa wilayah di Tanah Air terjadi karena tiga faktor. Pertama, dari wilayah Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga ke wilayah Papua bagian selatan, matahari sama sekali tidak ditutupi awan. Ini menyebabkan panas matahari langsung menyorot ke bumi dengan tajam.
“Nah, jadi langitnya tuh bersih. Awan ini yang menjadi tameng pancaran sinar radiasi matahari ke permukaan bumi sekarang itu tidak ada, kosong, sehingga radiasi matahari itu langsung ke permukaan bumi dan ke kita semua ini,” kata Dwikorita di Kantor BMKG, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Faktor kedua, cuaca panas itu terjadi hanya pada September-Oktober. Pada waktu-waktu itu, menurut Dwikorita, matahari bergerak di atas garis khatulistiwa.
Viral, Warga Pandeglang Banten Goreng Telur di Bawah Terik Matahari
“Setelah September, atau saat ini Oktober itu, sudah bergeser ke selatan tepat di atas wilayah kita yang Sumatra Selatan, Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur dan Papua. Jadi, sudah tidak ada tamengnya, matahari pas pula di atas kita,” tuturnya.
Faktor ketiga, kata dia, ada angin yang berasal dari arah Australia bagian utara yang masuk ke wilayah Indonesia. “Di sana (Australia) itu sedang musim kering, musim panas, dan udaranya kering, sehingga ada tiga hal itu terjadi bersamaan,” ujarnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil