Wakaf Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Ini Kata Bos BEI
JAKARTA, iNews.id – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik buka suara mengenai keterlibatan Masjid Istiqlal dalam ekosistem pasar modal. Keterlibatan tersebut dilakukan melalui pengembangan filantropi Islam berbasis pasar modal syariah.
Skema ini memungkinkan dana wakaf yang dihimpun melalui Istiqlal Global Fund (IGF) dikelola secara profesional melalui sejumlah instrumen pasar modal syariah.
Jeffrey menjelaskan, keterlibatan Masjid Istiqlal merupakan bagian dari pengembangan program filantropi Islam yang mulai terintegrasi dengan pasar modal, khususnya melalui instrumen berbasis syariah.
Menurutnya, sejumlah aplikasi perdagangan saham syariah saat ini telah mampu mengakomodasi kegiatan filantropi Islam. Pengembangan tersebut kemudian diperluas melalui kolaborasi antara pengelola Masjid Istiqlal dan manajer investasi.
"Pada kegiatan Capital Markets of Indonesia Expo kami mengundang manajer investasi bersama dengan Masjid Istiqlal. Jadi filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi, nah itu yang sedang dikerjakan," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).