Wakil Kepala BSSN Ungkap Bahaya Gawai Bagi Sel-Sel Otak
JAKARTA, iNews.id - Wakil Kepala (Waka) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Polisi Dharma Pongrekun mengajak anggota Perkumpulan Anging Mammiri Jakarta Indonesia (PAMJI) tidak memberikan gawai ke anak-anak. Dia beralasan, dengan gawai anak-anak akan leluasa bermain di media sosial (medsos).
Dharma menyebutkan, gawai sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak karena akan memengaruhi sel-sel otak. "Jangan kasih anak gadget, sel otaknya akan kering, dia akan jadi pemberontak, gampang marah, kalau enggak dipuji marah," katanya dalam Seminar PAMJI bertajuk Bijak Dalam Bermedsos di Jakarta, Minggu (17/11/2019).
Dharma mengungkapkan, sel-sel otak yang terdampak gawai membuat penggunanya menjadi error. "Errornya begini, harusnya dia belok kanan, tiba-tiba dia belok kiri," ujarnya.
Sendi-sendi kehidupan, menurut dia, juga akan terbawa dampak negatif. Masyarakat yang sebelumnya damai menjadi saling membenci hanya karena media sosial. "Nah itu semua dibikin, awalnya dibikin untuk duit," ucapnya.
Dharma memaparkan, dampak negatif lainnya dari media sosial adalah membuat tubuh semakin cepat lelah. Setiap hari dipaksa untuk lihat medsos karena ingin mengetahui kehidupan soaial.
"Istri kita nyari, suami saya nyari, karyawan saya nyari, terus teman saya ini, terus ada grup, ada orang ulang tahun kita dipaksa untuk selamat ulang tahun ikut-ikutan deh, dan seterusnya dan seterusnya. Kapan kita berhenti, kapan kita berdoa, kapan kita meluangkan waktu untuk Tuhan, gara-gara itu kita dipaksa begitu capeknya, ketika badan kita capek, sel-sel tubuh kita capek, maka di situ lah terjadi penyakit, sel-sel tubuh kita menjadi sakit," tuturnya.
Dia mengajak PAMJI agar menggunakan media sosial dengan baik sehingga Indonesia selamat dari gelombang arus global. "Menjauhkan kita dari kemahakuasaan Tuhan dan akhirnya apa? Kita tidak bisa kembali ke rumah Tuhan," katanya.
Editor: Djibril Muhammad