Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Lengkap Reshuffle Kedelapan Kabinet Prabowo 15 Oktober 2026: 9 Pejabat Dilantik
Advertisement . Scroll to see content

Wamenhan Kini Dijabat 2 Orang, Ini Pembagian Tugasnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:45:00 WIB
Wamenhan Kini Dijabat 2 Orang, Ini Pembagian Tugasnya
Jenderal Richard Tampubolon (kiri) dan Marsdya Yusuf Jauhari menjadi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) (Dok. Kemhan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Richard Taruli Horja Tampubolon dan Marsekal Madya Yusuf Jauhari menjadi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Dengan pelantikan tersebut, jabatan Wamenhan kini dijabat dua orang dengan fokus tugas berbeda.

Richard menjelaskan, dirinya akan menjabat sebagai Wamenhan I yang membidangi strategi, doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan.

"Intinya kalau di Wamenhan 1 itu bagaimana strategi, doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan. Kita bekerja sama membantu tugas-tugas Bapak Menteri Pertahanan," kata Richard kepada wartawan, dikutip Jumat (16/10/2026).

Sementara itu, Yusuf Jauhari akan menjabat sebagai Wamenhan II yang membidangi logistik dan industri pertahanan. Yusuf mengatakan dirinya akan mendorong industri pertahanan nasional agar berkontribusi dalam memperkuat TNI.

"Saya kira di era pak Prabowo ini luar biasa pertumbuhannya. kita mendorong seluruh industri pertahanan untuk berkontribusi dalam memperkuat tni kita," lanjut dia.

Yusuf juga berharap perkembangan industri pertahanan dapat mendorong pergerakan ekonomi nasional. Selain itu, pengembangan teknologi pertahanan diharapkan dapat dilakukan melalui transfer teknologi dan pemanfaatan teknologi yang berkolaborasi dengan sektor lain.

"Demikian juga teknologi transfer maupun pemanfaat teknologi baik secara pertahanan maupun berkolaborasi dengan kepentingan yang lain," kata dia.

Lebih lanjut, Yusuf menyebut pengembangan industri pertahanan Indonesia juga akan berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan drone. Menurutnya, pengembangan teknologi tersebut perlu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan negara.

"Saya kira sekarang di era drones AI, kemudian perang dengan cara lebih murah supaya kita lebih kuat, lebih panjang begitu proses mempertahankan diri dan mempertahankan kedaulatan," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut