Wapres Gibran Minta Menteri dan Kepala Daerah Kawal Proyek Bendungan Jragung
“Minggu lalu kita ke Semarang Kota, kita cek progres pembangunan kolam retensi, giant sea wall, dan juga mesin pompa. Karena kemarin banjirnya cukup parah. Tapi saya lihat progresnya cukup baik. Hari ini kami di Bendungan Jragung, progresnya sudah 89 persen, dan tahun depan sudah jadi,” katanya.
Bendungan Jragung ditargetkan selesai pada November 2026. Nantinya, bendungan ini tak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga menjadi sumber air irigasi, air baku, serta pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Sudarto, mengatakan bahwa keberadaan bendungan ini diharapkan mampu mereduksi banjir hingga 40 persen dan memberikan manfaat konservasi air yang signifikan.
“Dengan adanya bendungan ini, dampak banjir bisa berkurang sekitar 3.800 hektare di daerah hilir, terutama Kabupaten Demak. Selain itu, air yang tertahan di bendungan akan menaikkan muka air tanah, jadi saat musim kemarau, pasokan air tetap tersedia,” ujar Sudarto.
Pemerintah optimistis, dengan selesainya Bendungan Jragung dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, infrastruktur ini akan memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian, energi, dan lingkungan hidup di Jawa Tengah.