Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Prabowo Makan Malam Kebangsaan Bareng Mantan Presiden hingga Ketum Parpol
Advertisement . Scroll to see content

Wapres Ma'ruf: Masih Butuh Kerja Lebih Keras untuk Memajukan Perempuan Indonesia

Sabtu, 16 Juli 2022 - 08:46:00 WIB
Wapres Ma'ruf: Masih Butuh Kerja Lebih Keras untuk Memajukan Perempuan Indonesia
Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut masih dibutuhkan kerja lebih keras lagi untuk memajukan perempuan-perempuan Indonesia. Dengan demikian, perempuan tidak lagi terdiskriminasi dan memiliki kesempatan yang setara dengan laki-laki.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf saat pembukaan Kongres ke XVI Fatayat NU, Jumat (15/7/2022).

“Masih dibutuhkan kerja lebih keras untuk terus memajukan perempuan-perempuan Indonesia,” kata Wapres dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (16/7/2022).

Meski begitu, Wapres mengatakan patut disyukuri kalangan perempuan muslim Indonesia memiliki kesempatan yang setara dengan laki-laki untuk mengenyam pendidikan dan berkarya sesuai minat dan bakatnya. Perempuan muslim juga banyak menduduki posisi strategis dalam dunia kerja, usaha maupun politik dan pemerintahan.

Namun, kata Ma'ruf, kesempatan yang terbuka itu belum sepenuhnya dimanfaatkan para perempuan muslim Indonesia, terutama yang tinggal di perdesaan dan daerah terpencil.

“Oleh karena dalam hal ini, langkah-langkah strategis dari Fatayat NU sangat diharapkan,” kata Ma'ruf.

Wapres mengatakan Fatayat NU sebagai salah satu organisasi perempuan Islam sekaligus lembaga otonom Nahdlatul Ulama, bisa terus memberikan kontribusi yang signifikan di segala bidang pembangunan. Dengan demikian mampu membawa Indonesia menuju negara maju, adil, dan makmur.

Ma'ruf pun menyampaikan apresiasi atas kiprah para kader perempuan muda yang tergabung dalam Fatayat NU. Sejak tahun 1950-an, berbagai karya sosial telah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian pada organisasi, masyarakat dan negara.

“Keikhlasan merupakan sikap yang melekat pada  kalangan santri, termasuk pada anggota Fatayat NU. Sikap ikhlas itu juga sekaligus menjadi identitas sakhsiyyah para kader Nahdlatul Ulama,” katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut