Wapres : Seniman dan Budayawan Berperan Besar dalam Sejarah Peradaban Islam di Indonesia
Lebih dekat lagi, kata Wapres, dari Semarang ada KH Bukhori Masruri, seorang mubaligh ulung yang juga pencipta lagu yang terkenal di masanya. Lagu-lagu ciptaan KH Bukhori Masruri dinyanyikan oleh Grup Kasidah Nasida Ria yang terkenal, di antara lagu ciptaannya yang terkenal adalah “Perdamaian”, “Damailah Palestina,” dan “Tahun 2000”.
“Tentu kita tidak mungkin melupakan Buya Hamka. Ketua Umum MUI pertama itu adalah seorang ulama yang pujangga dan sekaligus pujangga yang ulama,” katanya.
Wapres juga mencontohkan seniman dan sastrawan yang diam-diam memasukkan nilai dakwah secara segar dalam karya-karyanya. Contoh Ki Asep Sunandar Sunarya, dalang wayang golek terkenal dari tanah Pasundan sering menyelipkan pesan dakwah dalam lakon yang dipentaskannya.
Lalu Ki Entus Susmono, dalang dari Tegal yang humoris itu sering memasukkan pesan dakwah dalam pagelaran wayang kulit.
“Jika kita baca pelan-pelan karya-karya para sastrawan kita, kita akan menemukan ada banyak jejak pesan dakwah di sana,” paparnya.