Wapres Soroti Harmoni Ulama di Pemilu 2024: Pilihan Politik Urusan Hati dan Personal
JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengingatkan ulama untuk ikut menjaga persatuan hadapi Pemilu 2024. Wapres juga menyoroti harmoni ulama dengan berbagai pilihan politik, meskipun itu persoalan hati dan personal.
Mengutip kata-kata Rasulullah, Wapres pun mengingatkan pentingnya memilih yang terbaik tanpa mengkhianati nilai-nilai agama. Dia mengapresiasi sikap positif ulama dalam menghadapi pemilu, menekankan pentingnya persatuan tanpa terpecah belah.
“Saya gembira sekali ketika tadi disampaikan bahwa kyai di sini walaupun berbeda tidak terjadi perselisihan di antara mereka soal pilihan pemilu. Saya kira itu paling utama,” kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya, Minggu (28/1/2024).
Hal itu disampaikan Wapres saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (27/1/2024) kemarin.
Puluhan Pengurus Harian PBNU Dinonaktifkan, Ini Kata Wapres
Wapres juga menekankan tugas para ulama untuk terus menjaga persatuan umat dan seluruh bangsa Indonesia, khususnya dalam mengawal pesta demokrasi yang akan datang.
“Jangan sampai umat bertengkar karena berbeda pilihan. Ini ya supaya para ulama menjaga kita. Menjaga bukan dalam arti umat saja, tapi dalam arti bangsa Indonesia, karena persatuan adalah modal kita. Kalau sampai terjadi konflik, wah itu mundur kita, mundur lagi, rusak lagi, negara konflik itu hancur,” kata Wapres mengingatkan.
Wapres Tegaskan Netral Pada Pemilu 2024, Sebut Pilihan Itu Personal dan Urusan Hati
Wapres juga menekankan pentingnya menanggapi perubahan zaman dengan ijtihad yang sesuai.
“Ada yang namanya masalah baru yang dulu tidak ada, masalah yang dulu berbeda dengan sekarang walaupun persoalannya sama tapi modelnya sudah berubah, sehingga memerlukan ijtihad baru,” ungkapnya.
Diketahui, Pesantren Maslakul Huda didirikan oleh Kiai Mahfudh yang merupakan putra dari Kiai Abdussalam, yang masih keturunan dari Syekh Ahmad Mutamakkin. Sesudah itu pimpinan pesantren dipegang oleh Kyai Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh hingga 2014. Mulai 2015 sampai sekarang, pesantren dipimpin oleh KH Abdul Ghaffar Rozin, putra KH Sahal Mahfudh.
Sebelum bersilaturahmi dengan para ulama se-Pati, Wapres menyempatkan diri berziarah ke makam Syekh Ahmad Mutamakkin atau yang dikenal dengan Mbah Mutamakkin.
Editor: Faieq Hidayat