Wapres Wanti-Wanti Cebong dan Kampret di Pemilu 2024: Tak Boleh Terjadi Lagi, Kita Harus Cegah
JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mewanti-wanti semua pihak agar Pemilu 2024 tidak terjadi polarisasi. Berkaca dari Pemilu 2019 lalu, polarisasi menyebabkan perpecahan bahkan memunculkan istilah cebong dan kampret.
“Ya kita kan berkaca di 2019 ya, itu agak terjadi pergesekan sampai keluar istilahnya itu cebong dan kampret, ya istilah seperti itu kan, artinya itu saling menjelekkan,” kata Wapres melalui YouTube Sekretariat Wakil Presiden, Senin (11/9/2023).
Wapres mengatakan jika tidak diantisipasi, tidak mustahil pada Pemilu 2024 mendatang akan terjadi polarisasi yang menyebabkan perpecahan lagi.
“Karena itu kita selalu terus mengantisipasi dan ini terletaknya pada pimpinan partai politik sendiri dan tentu tim kampanyenya. Oleh karena itu hal-hal seperti ini harus sudah dibuat untuk tidak terjadi seperti itu," katanya.
Wapres Ma'ruf Amin Minta Pemilih Tidak Golput saat Pemilu 2024: Jangan Apatis
Pada kesempatan itu, Wapres mengapresiasi para elite politik yang sudah meredam adanya polarisasi dengan melakukan silaturahmi. Hal ini bisa untuk mencairkan suasana panas akibat perbedaan pilihan pada Pemilu.
Bacaleg Perindo Resmikan Posko Pemenangan Pemilu 2024 di Sidoarjo
“Sebenarnya sudah ada, mulai saya lihat ada silaturahim, ada pertemuan antar partai, ya walaupun belum, belum masuk koalisi tetapi sebenarnya untuk mencairkan keadaan ya," katanya.
Oleh karena itu, Wapres juga mendorong penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bahkan juga elite politik juga tim kampanye untuk menjaga agar Pemilu bisa berjalan dengan aman dan damai.
“Karena itu sebelum itu terjadi kita harus betul-betul cegah baik oleh pemerintah, maupun oleh pihak penyelenggara Pemilu, KPU, Bawaslu, dan juga dari peserta Pemilu itu sendiri, ya partai-partai politik dan tim-tim kampanye itu,” pungkasnya.
Editor: Faieq Hidayat