Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 6 Pohon Tumbang Imbas Hujan Angin di Jakarta, 1 Orang Luka-Luka
Advertisement . Scroll to see content

Warga Resah, Jambret Pakai Senjata Tajam Incar Anak-Anak di Jakarta Pusat

Kamis, 22 Juli 2021 - 13:25:00 WIB
Warga Resah, Jambret Pakai Senjata Tajam Incar Anak-Anak di Jakarta Pusat
Ilustrasi jambret resahkan warga di Jakarta Pusat, seorang anak kembali jadi korban (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Seorang anak kecil bernisial S (13) menjadi korban perampasan disertai kekerasan oleh dua orang pelaku tak dikenal di kawasan Percetakan Negara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Aksi jambret tersebut semakin marak dan mengincar anak-anak.

Ayah korban, Santo, mengatakan peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa 20 Juli 2021 atau pada Idul Adha. Saat itu, S baru saja pulang dari rumah neneknya menggunakan sepeda.

Saat melintas di jalan arah Percetakan Negara dekat pertigaan Jalan Mardani, S dipepet oleh dua orang yang tidak dikenal dengan sepeda motor. S lalu ditendang hingga terjatuh dari sepedanya.

"Anak saya ditendang oleh pengendara sepeda motor matic warna hitam. Setelah itu jatuh. Pas bangun lalu dipukul oleh pelaku," kata Santo saat berbincang dengan MNC, Kamis (22/7/2021).

Setelah dipukul, S juga sempat diancam seraya dikalungi celurit lehernya oleh pelaku. Kemudian handphone milik anak tersebut langsung diambil. "Anak saya dikalungi celurit dan diambil satu buah HP merk Xiaomi," kata Santo.

Saat pelaku hendak melarikan diri, sang korban berteriak. Bocah malang tersebut justru kembali dipukul oleh bandit jalanan tersebut kemudian mereka tancap gas.

"Pelaku mau melarikan diri, lalu anak saya meneriaki maling lalu dipukul lagi sama pelaku. Itu kejadiannya tanggal 20 Juli 2021 kurang lebih jam 18.30 WIB," ucap Santo.

Saat ini, anak korban pembegalan tersebut masih trauma. Santo berencana melaporkan peristiwa sadis ini ke Polsek Cempaka Putih sambil meminta petunjuk selanjutnya.

"Anak saya trauma. Dari tanggal 20 hingga kini anak saya bengong, nangis nggak mau makan. Saya akan proses secara hukum takutnya di kemudian hari terjadi hal serupa kepada anak anak lainnya," tutur Santo.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut