Waspada Penumpukan Limbah B3 Medis Gara-Gara Wabah Corona

Rizki Maulana ยท Rabu, 01 April 2020 - 21:50 WIB
Waspada Penumpukan Limbah B3 Medis Gara-Gara Wabah Corona

Limbah medis. (Foto: Dok KPNas)

JAKARTA, iNews.id - Wabah virus corona membuat pemerintah Indonesia menetapkan status darurat kesehatan masyarakat karena jumlah pasien positif telah menembus ribuan orang. Pemerintah dan masyarakat diminta mewaspadai penumpukan limbah medis dari hasil penanganan pasien corona.

Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Bagong Suyoto mengatakan penanganan virus corona membutuhkan sarana seperti alat pelindung diri (APD) dan test kit untuk uji sampel di laboratorium. Setelah digunakan maka barang-barang tersebut termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

"Limbah medis penanganan corona harus dikelola dan dikendalikan dengan baik karena termasuk B3. Tujuannya untuk memutus penularan dan menghindari penumpukan," kata Bagong melalui keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Rabu (1/4/2020).

Dia meminta pemerintah memperhatikan lokasi khusus untuk mengelola limbah tersebut. Sebab jika dibawa sembarangan ke tempat pembuangan akhir (TPA) bisa berbahaya bagi masyarakat.
Karena TPA seperti di Bantargebang, Bekasi dekat dengan permukiman warga. Selain itu banyak pemulung yang mengais sampah tanpa alat perlindungan.

"Petugas kebersihan yang mengangkut limbah juga sebaiknya dilengkapi dengan APD memadai," katanya.

Oleh sebab itu KPNas mengingatkan penanganan yang tepat bagi limbah medis bekas penanganan pasien corona. Yaitu menyimpan limbah paling lama dua hari.

Kemudian memusnahkannya menggunakan pembakaran minimal dengan suhu 800 derajat Celcius. Hasilnya kemudian dikemas dan diberi label beracun.

"Kemudian menyosialisasikan kepada masyarakat untuk secara mandiri mengelola limbah medis. Seperti memotong masker sekali pakai sebelum membuangnya. Kemudian pemerintah bisa menyiapkan tempat sampah khusus untuk pembuangan limbah medis rumah tangga," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama