Waspada Penyakit Cacar Monyet, Kemenkes Sarankan Masyarakat Jaga Kebersihan

Antara ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 12:04 WIB
Waspada Penyakit Cacar Monyet, Kemenkes Sarankan Masyarakat Jaga Kebersihan

Ilustrasi, Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pmeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (Foto: Antara).

 

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik terhadap pemberitaan mengenai penyakit cacar monyet (monkeypox). Hingga saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono mengatakan, meskipun belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia, masyarakat disarankan tetap waspada dan menjaga kebersihan.

"Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia,” ujarAnung di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Dia mengungkapkan, monkeypox merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.

Penularan pada manusia, terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang.

Wilayah terjangkit monkeypox secara global, yaitu Afrika Tengah dan Barat. Misalnya, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon dan Sudan Selatan.

Menurutnya, monkeypox dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dengan sabun, menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

Selain itu menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, menghindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi daging yang diburu dari hewan liar.

Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit monkeypox diminta segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari tiga minggu setelah kepulangan, serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.

Selain itu, petugas kesehatan disarankan agar menggunakan alat pelindung, minimal sarung tangan dan masker saat menangani pasien atau binatang yang sakit.

Dia menyampaikan, ada seorang warga negara Nigeria menderita monkeypox saat mengikuti lokakarya di Singapura. Saat ini pasien dan 23 orang yang kontak dekat dengannya diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut.


Editor : Kurnia Illahi