Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AD Gelar Apel Kesiapsiagaan Tahun Baru, 5.000 Personel Disiagakan di Jakarta
Advertisement . Scroll to see content

Wujudkan Mimpi Orang Tua, Sermatutar Fajar dan Dewi Terbaik Akmil 2019

Selasa, 09 Juli 2019 - 06:59:00 WIB
Wujudkan Mimpi Orang Tua, Sermatutar Fajar dan Dewi Terbaik Akmil 2019
(Foto: Dispenad)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) Fajar Muhammad Al Farouk dan Sermatutar Dewi Okta Pusparini, menjadi lulusan terbaik Akademi Milter Tahun 2019. Penghargaan Adhi Makayasa yang diberikan kepada Fajar, dan penghargan Anindya Wiratama kepada Dewi, secara seimbang menunjukkan prestasi terbaik mereka di aspek akademis, jasmani, dan kepribadian.

Keduanya mampu mewujudkan mimpi orang tuanya. Seperti apa perjalanan mereka hingga menjadi lulusan terbaik?

Fajar, pria lahir di Bondowoso, 12 September 1996. Anak ketiga dari enam bersaudara itu terlahir di lingkungan militer. Ayahnya Kasiyadi, seorang purnawirawan dengan pangkat terakhir mayor, sedangkan ibunya bekerja sebagai guru matematika di SMAN 6 Bondowoso, Jawa Timur.

Fajar mengaku banyak terinspirasi dari kedua orang tuanya. Dibesarkan di keluarga militer, tekadnya untuk menjadi yang terbaik dapat terwujud berkat bimbingan kedua orang tuanya.

"Yang paling memotivasi saya adalah orang tua. Karena bapak saya saja, yang berkarier di militer dari tamtama, saat ini bisa sampai pangkat mayor. Saya yang sudah start (mulai) awal dari perwira, harusnya bisa jauh melampaui orang tua saya," ujarnya selepas acara wisuda Taruna Akmil 2019 di Magelang, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019).

Setelah mendapat kecabangan penerbang pada tingkat satu pendidikannya di Akmil, Fajar kian bertekad ingin membuat perubahan. "Dengan Korps Penerbangan, saya ingin membuktikan bahwa semua kecabangan mampu bersaing dan berbuat yang terbaik. Setiap tahapan pasti ada kendala. Namun, bagaimana kita bisa memanfaatkan sebuah kendala itu menjadi peluang, dan setiap kendala, saya serahkan semuanya kepada Yang Mahakuasa," tuturnya. Ke depan, dengan menyandang penghargaan Adimakayasa, Fajar berharap menjadi perwira penerbang yang dapat berkarier maksimal dan berprestasi.

Melalui saluran telepon, ayahanda Fajar, Mayor Inf (Purn) Kasiyadi, mengatakan bahwa setiap orang tua pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Itu pula yang dia dan istri lakukan untuk Fajar. "Alhamdulillah, Allah memberikan kemudahan. Selaku orang tua, kami hanya mengantarkan sesuai yang Fajar inginkan, dan alhamdulillah dia bisa lancar sampai akhir pendidikan," tutur Kasiyadi.

Fajar, kata dia, memang anak yang baik. Sebagai orang tua, Kasiyadi tidak pernah merasa dibebani oleh sang putra. Dia pun berharap, jadi apa pun anak-anaknya kelak, tetap menjadi anak yang saleh; berbakti kepada orang tua, serta bangsa dan negara sesuai pilihan profesi masing-masing.

Berbeda dengan Dewi Okta Pusparini. Gadis kelahiran 23 Oktober 1996 itu menghabiskan masa sekolahnya di tanah tumpah darahnya yaitu Pati, Jawa Tengah. Ayah Dewi, Pariyo, bekerja sebagai PNS. Sementara, ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Dewi mengatakan, selepas SMA, dia sudah lulus seleksi SNMPTN di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogayakarta. Namun dia memiliki cita-cita yang lain: mendaftar ke Akmil dan ternyata diterima.

Meski informasi pendidikan di Akmil ketika itu amat minim didapatkannya, Dewi banyak belajar dari informasi dari internet. Dia pun ingin membuktikan, walaupun bukan terdidik dari lingkungan militer, siapa pun dapat berprestasi dan berbuat yang terbaik.

Orang tua Dewi, Pariyo, mengaku sangat bersyukur kepada Allah SWT. Sampai saat ini, dia tidak menyangka putrinya dapat menyelesaikan pendidikan militer dan berhasil mendapatkan penghargaan Anindya Wiratama. "Anak saya selalu merendah, tidak pernah bilang kalau dia bisa meraih yang terbaik. Saya tahu itu, agar kedua orang tuanya tidak berharap banyak," ungkapnya.

"Semoga Dewi dapat melaksanakan tugas dengan baik. Yang terpenting, kedisiplinan dan kejujurannya," kata Pariyo.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut