Wujudkan Pengelolaan Perikanan Bertanggung Jawab, RI-Australia Lakukan Patroli Terkoordinasi

Rizqa Leony Putri ยท Kamis, 29 September 2022 - 18:22:00 WIB
Wujudkan Pengelolaan Perikanan Bertanggung Jawab, RI-Australia Lakukan Patroli Terkoordinasi
KKP melalui Direktorat Jenderal PSDKP bersama Bakamla melakukan patroli terkoordinasi GANNET 6-2022 dengan Australian Border Force (ABF). (Foto: dok KKP)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla), melakukan patroli terkoordinasi GANNET 6-2022 dengan Australian Border Force (ABF). Hal ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab termasuk penanggulangan IUU Fishing di perairan perbatasan ZEE kedua negara.

Diketahui, Kapal Pengawas PSDKP-KKP Orca 2  bertemu dengan KN Pulau Dana-323 milik Bakamla dan ABF Cutter (ABFC) Cape Sorell di titik Rendezvous (RV) 11 derajat 25’, 137 S – 126 derajat 32’, 701 E, di Perbatasan ZEE Indonesia dan Australia WPPNRI 573 Laut Timor, Selasa (27/9/2022). Pada kesempatan yang sama di titik RV Ditjen PSDKP mengerahkan armada pemantauan udara Air Surveillance jenis ATR 42-320 MPA dan ABF dengan pesawat patrol jenis Bombardir Dash-8.

“Gabungan instansi dari kedua negara bertetangga ini dilakukan untuk melindungi setiap wilayah yang berbatasan secara langsung antara laut Indonesia dengan laut Australia dari aktifitas penangkapan ikan secara Illegal," ujar Direktur Jenderal PSDKP, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin.

Selanjutnya Adin menjelaskan bahwa, guna berjalannya patroli terkoordinasi secara maksimal sesuai dengan harapan, pihak Indonesia dan Australia mengerahkan unsur pendukung seperti Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada, Ditjen PSDKP-KKP, Pusat Pengendalian (Pusdal), Pusat Informasi Maritim (PIM) Bakamla, serta pihak Australia mengerahkan Australian Fisheries Management Authority (AFMA) / Otoritas Manajemen Perikanan Australia, Australian Border Force (ABF), Department of Agriculture, Fisheries, and Forestry (DAFF) Maritime Border Command (MBC)/ Pusat Operasi Perbatasan Maritim Australia.

Selain itu, Adin, menyampaikan pada patroli terkoordinasi kedua negara tersebut, terdiri dari empat tahapan operasi yakni, Fase Perencanaan yang menyepakati waktu, area, dan teknis operasi. Kemudian, Fase Pengecekan teknis operasi, dimana hal ini bertujuan untuk memastikan proses komunikasi antar asset baik di darat, di laut serta udara (pesawat patroli) berjalan baik.

Editor : Rizqa Leony Putri

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda