Yenny Wahid: Gus Dur Letakkan Fondasi Demokrasi dan Toleransi
JAKARTA, iNews.id - Dewan Penasihat TPN Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mengatakan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, berhasil meletakkan fondasi demokrasi dan toleransi di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Yenny Wahid dalam acara Haul Gus Dur ke-14 sekaligus Berdoa untuk Bangsa di Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023).
"Demokrasi itu, anak tukang cilok dan anaknya presiden haknya sama dan setara di mata hukum, sama-sama harus dihormati itu demokrasi, setiap orang punya hak untuk ikut memikirkan negara ini mau dibawa ke mana, itulah lewat pemilu yang jujur dan adil, memilih pemimpin. Jadi Gus Dur meletakkan fondasi untuk demokrasi," kata dia.
Dia mengatakan, sang ayah juga berhasil mempererat toleransi antarwarga. Sebab, saat itu banyak konflik antaragama sehingga Gus Dur mengajak warga untuk hidup rukun berdasarkan Pancasila.
"Pancasila ini disetujui para ulama sesuatu yang mengikat setiap warga negara Indonesia. Dalam Pancasila kita berharap masyarakat mendapat keadilan, masyarakat diperlakukan setara dengan perikemanusiaan, saling menghormati satu sama lain, yang paling utama kita selalu ingat pada Tuhan yang Maha Esa." ujarnya.
Dia mengatakan, Gus Dur juga menjadi presiden pertama yang membuka Istana Negara menjadi istana rakyat.
"Istana terbuka untuk semua, banyak masyarakat datang masuk ke istana pertama kalinya melihat istana republik Indonesia. Karena buat Gus Dur istana buat kita semua. Kebetulan saja menjadi tempat tinggalnya Presiden. Tapi yang punya ya tetap rakyat Indonesia," tutur Yenny.
Selama menjadi presiden, kata Yenny, Gus Dur juga banyak membuat kebijakan untuk masyarakat, di antaranya gaji guru dinaikkan, gaji PNS dinaikkan 200 persen dan lainnya. Selain itu, Gus Dur memastikan bahan baku terjangkau, salah satunya kedelai.
"Karena bagi Gus Dur kebijakan harus berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
D sisi yang lain, Gus Dur juga berkomitmen memberantas korupsi sehingga akhirnya banyak yang tidak senang dengan Gus Dur kala itu.
"Akhirnya kita sama-sama tahu Gus Dur dilengserkan dengan menggunakan tuduhan-tuduhan palsu, tidak ada satupun yang bisa dibuktikan. Karena tujuannya hanya untuk menyingkirkan. Karena gak bisa diatur, Gus Dur bilang 'saya kerja ini untuk rakyat, bukan untuk kalian, yang mau garong duitnya rakyat," jelasnya.
Gus Dur juga berhasil mengader banyak tokoh yang jujur, di antaranya Baharuddin Lopa dan Mahfud MD. Mereka sekaligus menjadi pembantunya di pemerintahan saat menjabat presiden.
"Pak Mahfud yang sekarang menjadi Menko Polhukam itu juga menjadi menteri di zaman Gus Dur untuk menegakkan hukum di Indonesia. Sekarang kalau Pak Mahfud tegas pada koruptor ya karena hasil didikan Gus Dur," katanya.
Editor: Rizky Agustian