Kasus Peluru Nyasar, DPR Minta Lapangan Tembak Senayan Dipindah

Antara ยท Selasa, 16 Oktober 2018 - 16:48 WIB
Kasus Peluru Nyasar, DPR Minta Lapangan Tembak Senayan Dipindah

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani meminta keberadaan Lapangan Tembak yang ada di Senayan, Jakarta Selatan, dipindahkan ke tempat lain. Itu lantaran aktivitas latihan menembak di lapangan tersebut dinilai membahayakan dan mengganggu eksistensi anggota DPR dalam menjalankan fungsi dan tugas mereka di Kompleks Parlemen.

Muzani mengatakan, peristiwa penembakan salah sasaran dari Lapangan Tembak ke arah Gedung DPR bukan sekali ini saja terjadi. Sebelumnya, ada beberapa kejadian serupa yang menimpa tempat kerja wakil rakyat tersebut. Menurut Muzani, kejadian berulang itu tidak bisa dibiarkan, karena sudah mengancam keselamatan anggota dewan dan tenaga ahli DPR.

“Beruntung Wenny Warouw bisa selamat dan tenaga ahli dari anggota Fraksi Partai Golkar juga selamat meskipun sangat nyaris (tertembak). Namun, (peluru nyasar) ini terus terang mengancam nyawa banyak orang dalam menjalankan fungsi dan tugasnya menjalankan undang-undang,” ujar Muzani di Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Dua tembakan mengarah ke Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pukul 14.35 WIB Senin (15/10/2018) kemarin. Peluru mengenai ruang kerja anggota Komisi III DPR Irjen Pol (purn) Wenny Warouw di lantai 16 Kamar Nomor 1601 dan ruang kerja anggota Komisi III Bambang Heru Pramono di lantai 13 Kamar Nomor 1313.

Muzani beranggapan, akibat peristiwa itu, anggota DPR menjadi terteror atau terintimidasi saat menjalankan tugas dan fungsinya karena ulah pihak tak bertanggung jawab di Lapangan Tembak. Dia menilai, bisa saja teror dilakukan atas nama latihan tembak karena apa saja bisa dilakukan oleh penembak dari lapangan itu. Karenanya, Muzani meminta agar Lapangan Tembak dipindahkan.

BACA JUGA: Senjata Penembak Ruang Kerja Anggota DPR Ternyata Sudah Dimodifikasi

“(Tempat latihan menembak) jangan di tengah kota yang bisa mengancam keselamatan anggota dewan dan para staf dalam menjalankan tugasnya,” ujar politikus yang juga sekretaris jenderal Partai Gerindra itu.

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengatakan, sebelum menelan korban jiwa, pengelola Gelanggang Olahraga Bung Karno (GBK) dan Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) perlu meninjau ulang kembali keberadaan Lapangan Tembak Senayan. Bila perlu, lapangan itu dipindahkan ke luar wilayah DKI Jakarta seperti Bogor (Jawa Barat) atau Tangerang (Banten).

“Lapangan Tembak Senayan berada di kawasan strategis di tengah kota Jakarta, persis berada di belakang Gedung DPR dan merupakan kawasan objek vital negara yang tingkat keamanannya harus benar-benar terjaga dari berbagai bentuk gangguan maupun ancaman,” ucap Masinton.

Tak hanya itu, dia juga khawatir peluru nyasar dari dalam Lapangan Tembak bisa membahayakan keselamatan jiwa masyarakat yang berlalu lalang di sekitar Senayan. Masinton mengatakan, orang yang latihan menembak di Lapangan Tembak Senayan tidak hanya menggunakan senjata api jenis pistol tapi juga senjata laras panjang. Menurut dia, dengan kondisi Lapangan Tembak Senayan seperti saat ini, sangat mungkin peluru bisa menyasar ke luar arena lapangan.


Editor : Ahmad Islamy Jamil