3 Kondisi Ban Berbahaya jika Digunakan di Musim Hujan

Riyandy Aristyo ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 15:12 WIB
3 Kondisi Ban Berbahaya jika Digunakan di Musim Hujan

Keamanan dan kenyamanan kendaraan bisa hilang seketika jika tidak memperhatikan kondisi ban. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Musim hujan telah mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Di saat hujan, paling nyaman dan aman bepergian menggunakan mobil.

Namun, kenyamanan bisa hilang seketika jika tidak memperhatikan kondisi ban mobil. Sebagai bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan, ban sangat memengaruhi keamanan dan kenyamanan kendaraan.

Maka itu, penting bagi pemilik mobil untuk mengetahui kondisi ban selama berkendara di musim hujan. Apa saja kondisi ban yang tidak boleh digunakan di musim hujan?

1. Ban Retak-retak

Ban dengan permukaan retak berisiko pecah tiba-tiba. Apalagi dipakai saat musim hujan.

Biasanya, ban retak terjadi karena mobil tidak diparkir di tempat yang baik. Misalnya, parkir di tempat yang tidak beratap, sehingga langsung terpapar sinar matahari.

Jika ban terlalu lama terkena panas matahari, berisiko getas dan rapuh, serta cepat retak. Untuk menjaga kelenturan ban sebaiknya selalu mengoleskan cairan khusus ban.

2. Ban Gundul atau Menipis

Sebelum berkendara periksalah alur ban apakah sudah menipis (gundul) atau tidak. Membedakannya cukup mudah, jika sudah tidak terlihat alur ban sudah gundul melebihi TW (tanda segitiga di bagian samping).

Jika demikian, ban harus diganti agar tak terjadi slip alias hydroplanning saat digunakan melewati genangan air. Ban bisa mengambang di atas air menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan.

3. Ban Benjol

Kondisi ban yang berbahaya dipakai saat hujan adalah ban benjol. Benjolan pada ban menjadi pertanda awal terdapat anyaman benang atau kawat penguat konstruksi putus.

Ban dengan benjolan rawan pecah di jalan. Penyebabnya beragam, antara lain kurangnya tekanan udara, di mana beberapa bagian harus menopang beban lebih berat. Kemudian, mobil diparkir lama dalam satu titik tanpa ada rotasi putaran ban.

Penyebab lainnya adalah kebiasaan mengemudi yang buruk misalnya melewati jalan rusak dan berlubang dengan kecepatan tinggi, serta sering mambawa muatan berlebihan. 

Editor : Dani Dahwilani