Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Armada Kendaraan Listrik Grab Tembus 28.000 Unit, Target Tambah 3 Kali Lipat hingga Akhir Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Baru Ada 4.892 SPKLU di Indonesia, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur EV

Senin, 29 Juni 2026 - 20:10:00 WIB
Baru Ada 4.892 SPKLU di Indonesia, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur EV
Menko AHY mengungkapkan jumlah SPKLU (EV Charger) di Indonesia telah mencapai 4.892 unit yang tersebar di 3.163 titik seluruh Indonesia. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan terus memperluas infrastruktur pengisian dayakendaraan listrik (SPKLU) di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari kebijakan transportasi hijau. Hingga saat ini, jumlah SPKLU (EV Charger) telah mencapai 4.892 unit yang tersebar di 3.163 titik seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Dengan terus bertambahnya jumlah SPKLU, pemerintah menargetkan mobilitas kendaraan listrik semakin mudah, baik di kawasan perkotaan maupun antardaerah. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi karbon melalui implementasi kebijakan transportasi hijau di Indonesia," ujar AHY saat peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Pulau Jawa tercatat menjadi wilayah dengan jumlah SPKLU terbanyak, yakni 3.638 unit. Disusul Sumatera sebanyak 531 unit, Kalimantan 223 unit, Bali 201 unit, Sulawesi 157 unit, Nusa Tenggara (NTB dan NTT) 87 unit, Papua 31 unit, serta Maluku 24 unit.

AHY mengungkapkan pemerataan pembangunan SPKLU di berbagai pulau diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dia menjelaskan sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar setelah sektor energi. Sekitar 50 persen emisi CO₂ berasal dari sektor energi, sementara 22 persen berasal dari sektor transportasi, dengan 89 persen di antaranya berasal dari transportasi darat. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut