Bisa Mogok, Jangan Asal Pasang Busi Motor Injeksi dan Karburator

Riyandy Aristyo ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 09:41 WIB
Bisa Mogok, Jangan Asal Pasang Busi Motor Injeksi dan Karburator

Walaupun fisiknya sama dan berfungsi sebagai pengapian, busi sepeda motor bermesin injeksi serta karburator berbeda.

JAKARTA, iNews.id - Salah satu komponen penting pada kendaraan adalah busi (spark plug). Komponen ini berfungsi sebagai pemantik api di ruang pembakaran.

Banyak varian dan merek busi sepeda motor. Namun, tak sedikit orang bingung saat memilih busi yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Technical Support NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano mengatakan, walaupun fisiknya sama dan berfungsi sebagai pengapian, busi sepeda motor bermesin injeksi serta karburator berbeda.

"Busi untuk motor injeksi dipasang di motor karburator itu tidak ada masalah. Sebaliknya, busi motor karburator dipakai untuk motor injeksi, justru tidak bisa," ujar Diko, saat dihubungi iNews.id, baru-baru ini.

Pada dasarnya, busi mesin injeksi dan karburator berbeda resistornya. Jika hal tersebut dilakukan (busi karburator ke injeksi) menurut Diko, efeknya dapat mengganggu ECU atau sensor lain. Parahnya, mesin bisa brebet dan mati.

"Perbedaannya cuma ada di busi standar saja. Sedangkan yang lainnya sudah pakai resistor atau kalau yang ada 'R' berarti tipe resistor. Kalau busi karburator dipasang di motor injeksi itu sudah pasti mengganggu sistem ECU," katanya.

Kemudian, lanjut dia, saat memasang busi juga ada rumusnya. Jangan samakan dengan saat memasang baut pada kendaraan. "Mengencangkan busi tak perlu ngotot sampai benar-benar berhenti atau full. Cukup setengah putaran, kemudian ditambahkan sepertiga putaran lagi," kata Diko.

Editor : Dani Dahwilani