Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Busi Motor Hitam dan Basah? Jangan Anggap Sepele Bisa Jadi Tanda Mesin Bermasalah
Advertisement . Scroll to see content

Bisakah Busi Bekas Dibersihkan dan Digunakan Kembali? Ini Risiko Perlu Diketahui

Jumat, 06 November 2026 - 10:32:00 WIB
Bisakah Busi Bekas Dibersihkan dan Digunakan Kembali? Ini Risiko Perlu Diketahui
Busi bekas sebenarnya masih bisa dibersihkan dan digunakan kembali pada mesin mobil namun performanya tidak akan sebaik busi baru. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Busi bekas sebenarnya masih bisa dibersihkan dan digunakan kembali pada mesin mobil. Namun, langkah ini tidak selalu disarankan karena performa busi yang sudah digunakan tidak akan kembali seperti komponen baru, meskipun telah dibersihkan secara menyeluruh.

Busi merupakan komponen penting dalam sistem pengapian kendaraan. Selain menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar, kondisi busi juga bisa menjadi indikator kesehatan mesin.

Warna elektroda, kondisi ujung isolator, hingga keberadaan endapan oli atau karbon dapat memberikan petunjuk mengenai masalah yang terjadi di ruang bakar. Sebab itu, memeriksa busi bekas sebelum menggantinya menjadi langkah penting dalam perawatan kendaraan.

Cara Membersihkan Busi Bekas

Membersihkan busi bekas sebenarnya tidak membutuhkan peralatan mahal. Pemilik kendaraan bisa menggunakan sikat kawat, kain bersih, cairan pembersih rem, serta feeler gauge untuk memeriksa celah elektroda.

Pertama, bersihkan badan busi dan bagian ujung pengapian menggunakan kain bersih. Setelah itu, semprotkan cairan pembersih rem pada bagian ujung pengapian dan diamkan selama sekitar 10 menit.

Langkah berikutnya, gunakan sikat kawat untuk menghilangkan endapan yang menempel. Setelah bersih, periksa dan sesuaikan celah elektroda menggunakan feeler gauge berdasarkan spesifikasi pabrikan kendaraan.

Jika busi menggunakan dudukan datar dengan gasket, sebaiknya gunakan gasket baru ketika memasangnya kembali.

Meski dapat digunakan kembali, namun busi yang sudah dibersihkan kualitasnya tidak dapat menyamai performa busi baru.

Mengapa Busi Bekas Sebaiknya Diganti?

Salah satu alasan utama busi bekas tidak lagi bekerja optimal adalah keausan elektroda. Seiring pemakaian, ujung elektroda busi yang semula tajam akan mengalami erosi dan menjadi lebih membulat. Kondisi ini membuat pembentukan percikan api tidak seefektif ketika busi masih baru.

Padahal, bentuk elektroda berpengaruh terhadap kemampuan busi menghasilkan percikan api secara optimal. Membersihkan endapan karbon tidak dapat mengembalikan bentuk elektroda yang sudah aus.

Sebab itu, mengganti busi sesuai interval perawatan yang direkomendasikan pabrikan tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga performa mesin.

Busi Bekas Bisa Mengungkap Kerusakan Mesin

Meski busi bekas sebaiknya tidak langsung digunakan kembali, pemilik kendaraan perlu memeriksa kondisinya sebelum dibuang. Busi dapat memberikan petunjuk mengenai masalah yang lebih serius pada mesin, bahkan ketika kendaraan masih terasa normal saat dikendarai.

Endapan karbon hitam dan kering pada busi dapat menunjukkan campuran udara dan bahan bakar terlalu kaya, sistem pengapian lemah, atau penggunaan busi dengan rentang panas yang tidak sesuai.

Sementara itu, residu oli pada busi bisa menjadi indikasi ring piston, pemandu katup, atau seal batang katup mengalami keausan sehingga oli masuk ke ruang bakar. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan sistem Positive Crankcase Ventilation (PCV).

Busi yang basah oleh bahan bakar juga perlu diperhatikan. Kondisi ini bisa disebabkan injektor yang macet atau bocor maupun masalah sistem pengapian sehingga bahan bakar tidak terbakar sempurna.

Sebaliknya, busi dengan ujung isolator berwarna cokelat muda, abu-abu, atau abu-abu kecokelatan, tanpa banyak endapan, serta ulir yang bersih umumnya menunjukkan kondisi pembakaran yang baik.

Berapa Lama Busi Bisa Bertahan?

Usia pakai busi bergantung pada jenis material elektroda dan rekomendasi pabrikan kendaraan. Busi platinum yang banyak digunakan pada mobil sejak era 2000-an dapat bertahan lebih dari 50.000 mil atau sekitar 80.000 km. Sementara itu, busi iridium modern memiliki daya tahan lebih panjang dan dalam kondisi tertentu dapat mencapai lebih dari 100.000 mil atau sekitar 160.000 km.

Meski demikian, interval penggantian tetap harus mengikuti buku manual kendaraan karena setiap mesin memiliki kebutuhan berbeda.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut