Dampak Larangan Mudik, Pemilik Bengkel Putar Otak agar Tak Gulung Tikar dan PHK Karyawan

Riyandy Aristyo ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 07:41 WIB
Dampak Larangan Mudik, Pemilik Bengkel Putar Otak agar Tak Gulung Tikar dan PHK Karyawan

Kunjungan konsumen ke bengkel nonresmi menurun drastis, pemilik bengkel dipaksa putar otak agar usaha tidak gulung tikar dan mem-PHK karyawan. (Foto: Ilustrasi/DFSK)

JAKARTA, iNews.id - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat aktivitas masyarakat dibatasi termasuk mudik. Kondisi ini tidak hanya berimbas pada penjualan kendaraan, tapi juga layanan bengkel.

Di mana kunjungan konsumen ke bengkel nonresmi menurun drastis. Pemilik bengkel pun dipaksa putar otak agar usaha tidak gulung tikar dan mem-PHK karyawan.

Pemilik bengkel mobil Speed O Meter, Ruslan Mudakir mengatakan, biasanya di waktu normal menjelang Lebaran layanan bengkel dibanjiri konsumen yang akan mudik. Ramadan tahun ini yang servis mobil untuk mudik tidak ada.
Akibatnya, pemasukan menurun drastis 70 sampai 100 persen.

"Kalau tahun ini belum ada yang servis (untuk mudik). Padahal, awal Ramadan tahun lalu, sudah banyak mobil-mobil yang diservis untuk mudik," ujar Ruslan saat ditemui iNews.id, baru-baru ini.

Meski pendapatan menurun, Ruslan bersyukur bisa bertahan di bisnis ini tanpa harus gulung tikar. "Namanya bisnis pasti ada pasang surutnya. Ini hanya masalah waktu, yang penting pintar-pintarnya kita putar otak mempertahankan bisnis ini. Jangan sampai gulung tikar kasihan karyawan mau kerja di mana nanti," katanya. 

Menurut Ruslan, pemilik mobil servis di bengkel biasa lantaran harga sparepart lebih terjangkau daripada bengkel resmi.

"Di bengkel resmi harga sparepartnya lumayan, kalau di kita bisa dapat yang sedikit lebih murah. Prosesnya juga cepat, tak perlu mengantre. Kalau sering servis, kita jadi akrab, jadi tahu maunya konsumen kaya apa," kata Ruslan.

Editor : Dani Dahwilani