Kemenperin Dorong Pelaku Otomotif Nasional Transformasi ke Industri 4.0

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 17:32 WIB
Kemenperin Dorong Pelaku Otomotif Nasional Transformasi ke Industri 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meng-assessment 193 perusahaan di industri otomotif nasional. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARATA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meng-assessment 193 perusahaan di industri otomotif Indonesia. Dalam kebijakan ini, Kemenperin melibatkan beberapa asosiasi industri untuk berpartisipasi aktif, antara lain Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia, Suzuki Indomobil Motor Supplier Club

Program ini dilaksanakan seiring dengan peluncuran Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dalam Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019. Di mana Kemenperin telah meng-assessment INDI 4.0 untuk mengukur kesiapan pelaku usaha dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

Selanjutnya, Kemenperin melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) melaksanakan pilot pendampingan implementasi industri 4.0 kepada 10 perusahaan terpilih.

“Pendampingan ini untuk memberikan stimulus kepada perusahaan industri dalam transformasi industri 4.0. Sudah saatnya Kementerian Perindustrian mendampingi secara teknis dan implementatif di industri agar proses transformasi industri 4.0 dapat berjalan baik,” ujar Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Diketahui, assessment tersebut dilakukan terhadap 323 perusahaan industri pada lima sektor prioritas Making Indonesia 4.0. Masing-masing industri makanan minuman 39 perusahaam dengan skor 2,47, industri kimia 30 perusahaan dengan skor 2,31, industri tekstil 10 perusahaan dengan skor 2,51, industri otomotif 193 perusahaan dengan skor 1,72, dan industri elektronika 28 perusahaan dengan skor 1,84.

Lebih lanjut, pendampingan ini akan memberikan arah dan langkah strategis yang dapat diambil perusahaan dalam memprioritaskan project implementasi industri 4.0 sesuai dengan key performance indicators (KPI) perusahaan.

Dia menerangkan pendampingan implementasi industri 4.0 ini juga merupakan upaya Kementerian Perindustrian dalam menyiapkan perusahaan industri untuk berpartisipasi dalam Hannover Messe 2020. Seperti diketahui, Indonesia merupakan Partner Country Hannover Messe 2020, di mana Hannover Messe ini merupakan cikal bakal lahirnya revolusi industri 4.0.

Hannover Messe menjadi sarana Indonesia untuk menarik investasi serta menunjukkan kesiapan Indonesia dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

“Kita berharap perusahaan industri dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan produk, teknologi, serta peluang akses pasar internasional,” kata Ngakan.

Guna semakin menggaungkan industri untuk bertransformasi dan implementasi industri 4.0, Kemenperin akan menyelenggarakan Roadshow INDI 4.0 sebagai sarana para stakeholder dan ekosistem industri 4.0 untuk menunjukkan hasil dan capaian implementasi industri 4.0. Roadshow INDI 4.0 akan dilaksanakan pada 17-18 September 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

"Kita ingin menunjukkan ke publik khususnya di Jawa Timur industri 4.0 ini telah diterapkan di beberapa industri di Indonesia. Dengan pendampingan yang dilakukan Kementerian Perindustrian, industri dapat mengimplementasikan industri 4.0 di perusahaannya,” kata Ngakan.


Editor : Dani Dahwilani