Keselamatan Jadi Sorotan, Indonesia Tingkatkan Kualitas Pengujian Kendaraan
Kepala Seksi Pelayanan BPLJSKB sekaligus Pelaksana Harian Kepala BPLJSKB, Tri Bowo Leksono, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran layanan teknis pengujian nasional agar mampu diakui secara global.
“Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dari BPLJSKB maupun TÜV Rheinland Indonesia untuk memperkuat peran technical service internasional seperti TÜV Rheinland dan BPLJSKB yang sudah hadir dengan fasilitas berstandar internasional, tentunya dengan dukungan para stakeholder agar bisa maju bersama,” kata dia.
Dia menambahkan, kolaborasi tersebut bukan sekadar koordinasi teknis, melainkan penguatan ekosistem pengujian nasional yang ke depan ditransformasikan ke level internasional. “Harapannya kerja sama ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh stakeholder dan pelaku industri kendaraan bermotor maupun komponennya di Indonesia,” ujar dia.
Perkembangan industri otomotif di Tanah Air dinilai semakin menantang, terutama dengan masuknya kendaraan berteknologi baru yang menuntut metode dan standar pengujian keselamatan yang lebih kompleks.
Nyoman Susila menjelaskan, teknologi kendaraan saat ini berkembang sangat cepat dan harus diimbangi dengan sistem pengujian yang kredibel. “Sekarang ini teknologi mobil-mobil baru terus berkembang dan membutuhkan pengujian yang menyesuaikan fitur-fitur terkini. Keselamatan konsumen harus dipastikan, sehingga dibutuhkan balai uji dengan teknologi yang dipercaya,” ujarnya.
Menurut dia, tantangan terbesar industri otomotif adalah ketersediaan proses, sistem, dan lokasi pengujian yang lengkap, bersertifikasi, serta diakui secara global.