Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertamina bakal Impor 1,4 Juta Kiloliter BBM untuk Penuhi Stok Libur Nataru
Advertisement . Scroll to see content

Kualitas Pertalite Masih Diragukan, Pemerintah Lakukan Uji Coba Tahap Kedua

Selasa, 18 Oktober 2022 - 12:55:00 WIB
Kualitas Pertalite Masih Diragukan, Pemerintah Lakukan Uji Coba Tahap Kedua
Kementerian ESDM kembali akan melakukan pengujian tahap kedua demi memastikan kembali standar dan mutu Pertalite. (Foto: Pertamina)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Masyarakat masih mengeluhkan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang mengalami penurunan kualitas. Ini terjadi setelah mengalami kenaikan harga menjadi Rp10.000 per liter pada bulan lalu. 

Bahkan, di media sosial beredar seseorang menguji kadar oktan di Pertalite yang menunjukkan angka 86 dan berwarna kuning terang. 

Padahal, Pertamina menjual Pertalite dengan RON 90 dengan warna hijau bening terang. Mendengar keluhan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak melakukan pengujian kualitas dan mutu Pertalite di Lemigas.

Pengujian dilakukan secara teknis terkait standar dan mutu dari Pertalite sesuai Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Migas No. 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Pada pengujian tahap pertama dengan sampel yang diambil dari enam SPBU berbeda di beberapa wilayah di Jakarta, dan menunjukkan hasil yang sesuai.

“Kita uji di Lemigas dan ada 19 parameter uji. Semuanya on spec. Tidak ada yang off spec,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji seperti dilansir dalam laman Kementerian ESDM.

Namun, masih ada keluhan tentang BBM Pertalite yang dianggap lebih boros dibandingkan sebelumnya. Untuk itu, Kementerian ESDM kembali akan melakukan pengujian tahap kedua demi memastikan kembali standar dan mutu Pertalite.

“Masyarakat yang memberikan masukan itu kita dengarkan dan kita cek informasinya, kita validasi. Fungsi kita sebagai pengawasan, tetap kita jalankan. Nanti akan kita sampaikan lagi apa hasil dari sampel yang diambil dari  SPBU-SPBU itu,” ujar Tutuka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut