Modifikasi Jok Motor, Ini 3 Hal Penting Harus Diperhatikan agar Nyaman dan Aman

Dani M Dahwilani · Sabtu, 10 Oktober 2020 - 14:59:00 WIB
Modifikasi Jok Motor, Ini 3 Hal Penting Harus Diperhatikan agar Nyaman dan Aman
Memodifikasi jok motor harus dilakukan dengan benar, tidak mengurangi kenyamanan dan mengedepankan unsur keamanan. (Foto: AHM)

JAKARTA, iNews.id – Memodifikasi sepeda motor menjadi salah satu kegiatan yang mengasyikkan. Tak terkecuali mengutak-atik jok atau tempat duduk.

Namun, dalam memodifikasi jok motor harus dilakukan dengan benar, tidak mengurangi kenyamanan dan mengedepankan unsur keamanan.

Safety Riding Dept Head PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Lucky mengatakan, sebenarnya jok dengan spesifikasi standar bawaan pabrik adalah yang paling sesuai. Ini karena sudah melewati proses standarisasi dan pengetesan dari beberapa aspek, mulai kenyamanan hingga sisi safety.

”Namun jika ingin memodifikasi, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan pengguna sepeda motor. Terdapat beberapa poin yang akan berubah saat kita mengganti jok standar dengan model lain atau peranti modifikasi,” ujar Lucky dalam keterangan elektroniknya, Sabtu (10/10/2020).

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memutuskan memodifikasi jok sepeda motor:

1. Ketebalan Jok

Tidak ada batasan ukuran baku tebal tipis jok motor, karena beda desain sepeda motor akan berbeda pula model dan ketebalannya. Tebal atau tipisnya jok sangat memengaruhi posisi berkendara dan kenyamanan saat sepeda motor dikendarai. Ukuran ketebalan jok wajib disesuaikan dengan aspek kenyamanan dan keselamatan.

2. Tekstur atau Bahan

Tekstur lapisan jok wajib lentur dengan bahan dasar tidak licin saat diduduki oleh pengendara. Jok yang licin akan berdampak pada kenyamanan dan berpengaruh pada visibilitas serta keselamatan berkendara. 

Ini bisa dirasakan pada saat pengereman. Jok yang licin menyebabkan pengendara mudah terdorong ke depan. Kondisi tersebut membuat proses pengereman menjadi tidak maksimal karena posisi duduk pengendara tidak ideal untuk mengerem.

Sementara lapisan jok yang tidak lentur akan mudah sobek dan merusak busa. Tidak hanyan itu joknyg kasar menbuat kain celana pengendara sobek.

”Kalau lapisan jok sudah sobek, air akan mudah masuk melalui lapisan tersebut. Saat terjadi endapan air pada busa dalam waktu yang lama, struktur busa akan berubah menjadi keras dan mengganggu kenyamanan saat berkendara,” kata Lucky.

3. Ergonomi

Ketika memodifikasi jok sepeda motor, secara ergonomi akan berubah. Contohnya, saat menipiskan busa jok, maka posisi berkendara akan berubah di bagian lutut, siku dan pandangan. Begitu pula sebaliknya, saat kita menebalkan atau meninggikan jok, posisi pinggul akan lebih naik dibandingkan dengan penggunaan jok standar. 

”Perubahan tersebut akan menyebabkan pengendara tidak nyaman, dan mudah lelah saat berkendara, serta dapat berdampak negatif pada kestabilan berkendara,” ujar Lucky.

Dia menegaskan pengaruh mengganti jok pada keseimbangan dan kestabilan cukup besar. Tidak disarankan memodifikasi jok bagian belakang dibuat lebih tinggi dari jok bagian depan. Ini menyebabkan tubuh pembonceng melebihi pengendara, dan berdampak negatif terhadap aerodinamika kendaraan.


Editor : Dani Dahwilani