Musim Hujan Shockbreaker Motor Rawan Bocor, Ini yang Harus Diperhatikan

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 14 Desember 2019 - 07:07 WIB
Musim Hujan Shockbreaker Motor Rawan Bocor, Ini yang Harus Diperhatikan

Shockbreaker atau suspensi pada motor biasanya rawan bocor akibat terpapar lumpur atau kotoran yang terbawa saat hujan. (Foto: DOk/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Sebagian wilayah di Indonesia sudah memasuki musim hujan. Selain butuh kewaspadaan dalam berkendara, sepeda motor juga perlu perawatan khusus. Salah satunya bagian suspensi alias shockbreaker.

Owner aftersales (shockbreaker) Scarlet Racing, Suwandi mengatakan, suspensi pada motor biasanya rawan kebocoran akibat terpapar lumpur atau kotoran yang terbawa saat hujan. Meski kondisinya sudah kering, kotoran tersebut masih menempel.

"Banyak orang yang mengabaikan perawatan shockbreaker sepeda motor. Padahal perawatannya cukup mudah. Seminggu sekali minimal dibersihkan, cukup dicuci saja dengan tekanan air yang tinggi," katanya saat dihubungi iNews.id, Jumat (13/12/2019).

Suwandi menambahkan, setelah disemprot dengan air bertekanan tinggi, cuci kembali menggunakan shampoo khusus motor yang berbusa. Kemudian bilas kembali dengan air dan keringkan dengan lap fiber.

"Debu atau lumpur yang dibiarkan menumpuk mengakibatkan karet sok tergores dan menyebabkan aus. Jika dibiarkan lama, seal shock akan rusak dan terjadi kebocoran," ujar Suwandi.

Tanda-tanda shockbreaker bocor, selain motor menjadi tidak seimbang saat dikendarai, oli terlihat keluar di sela-sela kerapatan seal karet.

"Ketika melewati jalan yang tidak rata atau berbelok, tekanan baliknya akan berbeda. Ban berasa seperti bergeser, terutama jika suspensi belakang bocor," katanya.

Editor : Dani Dahwilani