Oli Mesin Kendaraan Mengandung Aditif, Apa Fungsinya?
JAKARTA, iNews.id - Pelumas atau oli mesin pada kendaraan modern saat ini dibekali berbagai aditif. Apa fungsinya pada oli?
Aditif adalah bahan kimia yang bisa meningkatkan kemampuan oli, menambahkan karakteristik bahan dasar oli, menetralkan karakteristik negatif dan memberikan karakteristik baru.
“Aditif pada oli itu bisa mencapai +-30 persen dari jumlah total oli mesin, tapi digunakan dalam jumlah yang sangat spesifik. Misalnya, oli kemasan 1 liter maka sekitar 300 ml adalah aditif. Namun, aditif tidak bisa terlalu banyak karena akan membuat fungsi oli jadi tidak maksimal dalam melumasi komponen mesin,” ujar Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, Brahma Putra Mahayana dalam keterangan tertulis dilansir Kamis (30/11/2022).
Dia menjelaskan pada oli mesin ada banyak jenis aditif yang terkandung di dalamnya. Masing-masing aditif memiliki fungsi dan peran sesuai jenis pelumas. Contoh, anti-oksidan yang berfungsi mencegah oksigen bereaksi dengan komponen di dalam oli mesin, dan mengurangi terbentuknya sludge (lumpur).
Ada juga aditif anti-wear yang akan menempel pada permukaan logam dan melindungi dari gesekan dengan komponen logam lain. “Aditif anti-wear akan langsung bereaksi ketika bersentuhan dengan lapisan logam, membentuk lapisan film tipis yang lembut seperti sabun sehingga mengurangi friksi,” kata Brahma.
Dia menerangkan kemudian ada aditif viscosity index modifiers. Ini fungsinya meningkatkan viscosity index Pelumas, yaitu sebuah bilangan tanpa satuan yang menunjukan tingkat kestabilan viscosity Pelumas pada perbedaan suhu operasi. Singkatnya saat suhu dingin oli masih tetap bisa mengalir dan saat suhu panas oli tidak menjadi terlalu encer sehingga masih memberikan lapisan perlindungan.
“Oli mesin juga punya aditif deterjen yang fungsinya membersihkan mesin dari kotoran dan kerak sisa pembakaran. Zat ini akan bereaksi dengan asam yang terbentuk di dalam mesin dan oli. Deterjen merupakan pondasi dari kandungan senyawa bersifat basa pada oli, ditunjukan pada angka total base oil itu sendiri,” ujarnya.
Brahma menyebutkan masih banyak aditif-aditif lain yang memiliki fungsi berbeda tergantung pada spesifikasi mesin kendaraan. Untuk pelumas Pertamina telah dilengkapi aditif-aditif yang kemudian diformulasi sebagai Nano Guard Technology.
"Ini adalah teknologi pelumas sintetis untuk mesin bensin terbaru dan dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan performa teratas yang efektif melindungi mesin dan membersihkannya secara menyeluruh hingga celah tersempit," katanya.
Terlepas dari fungsinya, lanjut dia, konsumen wajib membaca buku panduan pengguna agar tak salah membeli oli mesin kendaraan. Selain itu, pastikan pula memilih pelumas berkualitas.
"Perhatikan juga interval penggantian sesuai dengan pemakaian kendaraan, karena seiring waktu akan ada penurunan terhadap fungsi pelumas. Itu sebabnya pabrikan kendaraan seperti mobil umumnya menyarankan penggantian oli setiap 10.000 km atau dalam waktu 6 bulan, mana yang tercapai lebih dulu," ujar Brahma.
Editor: Dani M Dahwilani