Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hindari Macet, Dealer Ford Gunakan Drone Antar Suku Cadang ke Bengkel
Advertisement . Scroll to see content

Pasar Komponen di Indonesia Dinilai Masih Menjanjikan di Tengah Serbuan Kendaraan Listrik

Jumat, 18 September 2026 - 16:12:00 WIB
Pasar Komponen di Indonesia Dinilai Masih Menjanjikan di Tengah Serbuan Kendaraan Listrik
Pasar komponen otomotif Indonesia dinilai masih memiliki prospek panjang di tengah meningkatnya penetrasi kendaraan listrik (EV). (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pasar komponen otomotif Indonesia dinilai masih memiliki prospek panjang di tengah meningkatnya penetrasi kendaraan listrik (EV). Pergeseran teknologi dari mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) menuju kendaraan listrik diperkirakan tidak akan berlangsung secara cepat.

Chairman of GIIAM dan Presiden Diretur PT Astra Otoparts Tbk, Yusak Kristian Solaeman menjelaskan, jumlah komponen dalam kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) memang lebih sedikit dibandingkan kendaraan dengan mesin pembakaran internal. Namun, penggunaan kendaraan ICE masih akan bertahan, terutama di kota-kota kecil yang perkembangan infrastrukturnya belum secepat kota-kota besar seperti Jakarta.

"Penetrasi ini akan punya keterbatasan juga, akan ada limitnya bahwa tidak mungkin dalam waktu singkat akan menggantikan total ICE," ujarnya, dalam Industry Dialogues menjelang ajang Automechanika 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Menurut Yusak, sejumlah komponen juga tetap memiliki tingkat ketahanan penggunaan yang tinggi karena masih digunakan pada kendaraan hybrid maupun plug-in hybrid. Pada kendaraan jenis tersebut, sejumlah komponen yang digunakan masih memiliki kesamaan dengan kendaraan bermesin pembakaran internal.

"Beberapa parts komponen tetap akan resilient yang tetap akan digunakan baik di internal combustion engine maupun di EV, apalagi kalau EV-nya tidak lebih langsung, misalnya ada yang hybrid EV atau plug-in hybrid EV. Komponennya masih banyak sekali yang sama dengan automotive engine," ujarnya.

Dia menambahkan, pasar komponen juga tidak hanya bergantung pada produksi kendaraan baru. Populasi kendaraan yang sudah beroperasi menjadi peluang besar bagi industri aftermarket karena kendaraan tersebut membutuhkan penggantian dan perawatan komponen.

"Selain itu komponen juga digunakan kembali. Unit in operation di replacement market itu jauh lebih banyak daripada jumlah mobil baru yang diproduksi," katanya.

Kondisi tersebut membuat usia pasar komponen otomotif diperkirakan masih panjang. Kendaraan yang sudah beroperasi dapat terus digunakan dalam waktu yang lama sehingga kebutuhan komponen pengganti tetap terbuka.

Yusak melihat potensi pertumbuhan populasi kendaraan di Indonesia masih besar. Populasi mobil yang terus meningkat, kebutuhan komponen untuk kendaraan bermesin pembakaran internal masih akan tetap tinggi meskipun penetrasi kendaraan listrik berlangsung agresif.

"Kalau itu double dari hari ini, walaupun BEV-nya melakukan penetrasi cukup agresif, tetap size kita masih bertumbuh. Jadi komponen yang dibutuhkan untuk ICE juga masih akan cukup tinggi," ujarnya.

Sebab itu, industri komponen otomotif Indonesia dinilai perlu terus meningkatkan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang pasar, termasuk menghadapi perubahan teknologi kendaraan.

"Selama kita memiliki daya saing global yang cukup tinggi, harusnya kita akan punya napas yang sangat panjang," katanya.

Selain mempertahankan produksi komponen untuk kendaraan konvensional, industri komponen juga dinilai memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi baru. Kompetensi yang sudah dimiliki produsen komponen dapat dikonversi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan generasi berikutnya.

Automechanika Digelar di Jakarta

Sementara itu, General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd, Fiona Chiew melihat Indonesia sebagai salah satu pasar otomotif yang memiliki potensi pertumbuhan besar.  Menurutnya, pertumbuhan populasi mobil di Indonesia masih membuka ruang yang besar bagi industri otomotif, termasuk sektor komponen dan aftermarket.

"Di Indonesia masih ada banyak sekali peluang untuk pertumbuhan dari segi populasi mobil sehingga Automechanika sendiri akhirnya berani untuk memilih Indonesia sebagai tempat berikutnya," ujar Fiona.

Untuk itu, pihaknya akan menggelar pameran suku cadang kendaraan Automechanika 2026 di Jakarta. Ajang ini telah hadir di 16 lokasi di dunia. 

Dia mengungkapkan salah satu pertimbangan Automechanika memilih Indonesia adalah besarnya peluang pertumbuhan populasi kendaraan dibandingkan negara lain di kawasan, termasuk Malaysia.

"Automechanika sendiri ada di 16 lokasi di dunia dan pada saat ini Automechanika melihat potensi Indonesia sebagai salah satu pasar yang paling berpotensi," kata Fiona.

Diketahui, pameran Automechanika 2026 akan digelar di Nusantara Interantional Convention Center (JCC), Jakarta, pada 24-27 Spetember 2026. Ajang ini diikuti berbagai produsen spareparts dan industri pendukung otomotif lainnya, baik merek dari dalam maupun luar negeri.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut