Pengusaha Ban Terdampak Pandemi Covid-19, PHK Jadi Pilihan Terakhir 

Michelle Natalia · Rabu, 03 Februari 2021 - 08:23:00 WIB
Pengusaha Ban Terdampak Pandemi Covid-19, PHK Jadi Pilihan Terakhir 
Jika pandemi Covid-19 berlarut, Asosiasi Pengusaha Ban menyatakan, PHK karyawan menjadi pilihan terakhir yang diambil. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia Aziz Pane mengatakan pandemi Covid-19 menjadi cobaan berat bagi industri ban Indonesia. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak pada berkurangnya mobilitas penggunaan ban.  

Pengetatan produksi terpaksa dilakukan. Jika ini berlarut, PHK karyawan menjadi pilihan terakhir yang diambil. 

"PHK adalah pilihan terakhir. Sekarang ini industri ban memproduksi sesuai order saja, efisiensi seketat-ketatnya dalam produksi karena jangan sampai barangnya numpuk di gudang dalam situasi serba terbatas ini," ujarnya dalam IDX Channel Market Review Live di Jakarta, Selasa(2/2/2021). 

Dia mencontohkan, jika per hari memproduksi 100 ban sementara demandnya hanya 60, maka sebanyak 40 ban akan percuma.  

"Kami berusaha mengurangi produktivitas dengan pemutaran karyawan. Di industri ban ada dua jenis karyawan, satu yang white collars atau kerja di kantor, dan blue collars yang kerja di pabrik. Pabrik itu akan marah kalau white collars WFH, karena WFH keharusan, maka mereka mengatakan mereka juga mau," katanya. 

Maka itu, pengusaha ban pun melakukan perputaran karyawan dan pembagian jam kerja, tetapi untuk karyawan kontrak memang putus.  

"Kita pikir, Covid-19 enggak berhenti, permintaan enggak naik. Kami berharap vaksin ini bisa berjalan, sehingga industri ban juga jalan. Ban sekarang tidak parah sampai harus tutup, tapi kita harus main low," ujar Aziz.  

Dia menegaskan, situasi pembatasan yang serba tidak pasti ini masih akan terus menghantui industri ban. "Karena kalau situasi berjalan seperti ini terus, kami harus merumahkan, no other choice," kata Aziz.

Editor : Dani M Dahwilani