30 Mobil Listrik Wuling Mitra EV Disulap Jadi Kendaraan Logistik
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 30 unit mobil listrik Wuling Mitra EV Blind Van Long Range disulap menjadi kendaraan logistik DHL Express untuk pengiriman barang di Indonesia. Penggunaan mobil listrik komersial ini bagian dari pemanfaatan kendaraan listrik (EV) di sektor logistik.
Kolaborasi tersebut menandai penggunaan kendaraan listrik komersial Wuling sebagai bagian dari armada operasional DHL Express.
Vice President Wuling Motors Arif Pramadana mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DHL Express atas kepercayaan yang diberikan kepada Wuling Motors melalui pemanfaatan Mitra EV sebagai bagian dari armada operasional,” ujar Arif dalam keterangan persnya Selasa (20/10/2026)
Dia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi kegiatan operasional DHL Express sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas untuk mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Diketahui, Mitra EV merupakan kendaraan listrik komersial yang dirancang Wuling untuk kebutuhan berbagai sektor usaha, termasuk logistik dan distribusi barang. Kendaraan ini mengedepankan kepraktisan dan fleksibilitas untuk menunjang aktivitas bisnis.
Dari sisi performa, Mitra EV memiliki dua varian, yakni Long Range dan Premium Range, dengan jarak tempuh hingga 400 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.
Mobil ini memiliki kapasitas kargo hingga 6,5 meter kubik. Untuk menunjang kegiatan bongkar muat, Mitra EV dilengkapi pintu geser ganda serta pintu belakang asimetris dengan bukaan hingga 270 derajat.
Mitra EV telah membenamkan sistem pengisian daya cepat DC menggunakan konektor CCS2. Melalui teknologi tersebut, pengisian daya baterai dari 30 persen hingga 80 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Penggunaan mobil listrik dalam kegiatan logistik menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi emisi dari aktivitas transportasi. Langkah ini relevan dengan kebutuhan industri pengiriman yang tidak hanya dituntut menjaga kecepatan dan keandalan layanan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan, penggunaan kendaraan listrik menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun jaringan logistik yang lebih rendah emisi.
“Pengoperasian kendaraan listrik ini membantu kami mengurangi emisi dari kegiatan pengiriman sekaligus memperkuat kemampuan dalam mendukung pelanggan yang terlibat dalam perdagangan internasional,” kata Ahmad.
Menurutnya, penempatan kendaraan listrik tersebut merupakan langkah lanjutan untuk mengembangkan jaringan logistik yang lebih ramah lingkungan di Indonesia, tanpa mengesampingkan kecepatan, dan konektivitas layanan.
lKehadiran armada listrik di sektor logistik diharapkan dapat mendukung upaya menekan emisi transportasi sekaligus memperluas penggunaan kendaraan listrik komersial di Indonesia.
Editor: Dani M Dahwilani