Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KKB Tembak Sopir Truk di Jalan Sepi Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Bergerak Cepat
Advertisement . Scroll to see content

AI Jadi Senjata Baru Amerika, Bidik Perusahaan Truk Pekerjakan Sopir Asing Ilegal

Senin, 26 Januari 2026 - 11:39:00 WIB
AI Jadi Senjata Baru Amerika, Bidik Perusahaan Truk Pekerjakan Sopir Asing Ilegal
Pemerintah Amerika Serikat (AS) memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menekan praktik perekrutan pengemudi truk ilegal yang dituding menurunkan upah sopir lokal. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

Tekanan juga datang dari Administrasi Keselamatan Pengangkutan Motor Federal (FMCSA). Lembaga ini meningkatkan pengawasan terhadap negara bagian yang menerbitkan lisensi pengemudi komersial yang dianggap tidak sah.

Beberapa negara bagian bahkan terancam kehilangan kewenangan perizinan serta pendanaan transportasi bernilai jutaan dolar jika tidak segera membenahi praktik tersebut. Media FreightWaves melaporkan sekitar 200.000 pekerjaan pengemudi truk berpotensi terdampak aturan darurat terkait pembatalan lisensi non-domisili.

FMCSA memperkirakan angka tersebut saat aturan sementara diperkenalkan pada September lalu. Namun, kebijakan tersebut ditangguhkan pengadilan federal sambil menunggu respons publik.

Banyak pihak menentang langkah keras tersebut karena dikhawatirkan mengganggu rantai pasok logistik nasional dan menghukum pengemudi yang sudah mengikuti aturan. Polemik hukum diperkirakan masih akan berlanjut sebelum keputusan final diambil.

Di sisi lain, rencana penegakan berbasis AI sejalan dengan agenda deregulasi agresif pemerintahan AS. Bradbury menyebut kebijakan “10 untuk 1” mewajibkan penghapusan 10 aturan lama untuk setiap regulasi baru yang diterbitkan.

Departemen Transportasi AS mencatat sudah melakukan 78 tindakan deregulasi tanpa menerbitkan aturan signifikan baru. Salah satu langkah terbesar adalah pencabutan standar efisiensi bahan bakar yang diklaim menghemat lebih dari 100 miliar dolar AS bagi perekonomian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut