BMW Gugat Produsen Becak India Gara-Gara Pakai Merek DMW

Dani M Dahwilani · Senin, 30 Maret 2020 - 08:31 WIB
BMW Gugat Produsen Becak India Gara-Gara Pakai Merek DMW

BMW telah memenangkan kasus pengadilan di India terhadap produsen becak elektrik (e-becak) yang menjual kendaraan dengan nama merek DMW. (Foto: Carscoops)

NEW DELHI, iNews.id - BMW telah memenangkan kasus pengadilan di India terhadap produsen becak elektrik (e-becak) yang menjual kendaraan dengan nama merek DMW. Cukup menggelitik.

Dilansir dari Carscoops, Senin (30/3/2020), The Hindustan Times melaporkan BMW mengajukan tuntutan ke Pengadilan Tinggi Delhi pada 2017 setelah mengetahui Om Balajee Automobile (India) Private Limited telah menjual e-becak yang dicap sebagai model DMW sejak 2013.

Om Balajee Automobile tidak terlalu senang dengan BMW yang mengejarnya dan menyatakan keprihatinannya dengan keterlambatan pembuat mobil mengajukan tuntutan ke pengadilan tinggi. Namun, dalam putusannya, Hakim Jayant Nath menyatakan tidak masalah BMW mengajukan gugatan dan memutuskan produsen becak itu melanggar hak cipta merek asal Jerman tersebut.

“Bahkan, jika ada keterlambatan pihak penggugat (BMW) dalam mengajukan gugatan ini seperti yang telah diklaim terdakwa (Om Balajee), penundaan yang sama tidak akan cukup mencegah perintah pengadilan yang mendukung penggugat,” ujarnya.

Pengadilan mencatat BMW telah memproduksi sepeda motor sejak 1923 dan mobil pada 1928. Dia melihat penggunaan merek DMW oleh perusahaan India merupakan tindakan tidak jujur ​​dengan maksud mencoba mengambil keuntungan dari reputasi dan niat baik BMW.

"Kemungkinan besar ini akan menyesatkan orang biasa dengan kecerdasan biasa," kata Jayant.

Pengadilan juga mengatakan logo merek DMW secara visual mirip dengan BMW. Akibatnya, perusahaan India ini telah diperintahkan untuk menahan mengekspor, mengimpor atau menjual, beriklan atau dengan cara apa pun berurusan dengan barang tidak terbatas pada e-becak bertuliskan DMW atau merek lain yang identik atau menipu mirip dengan merek penggugat.

Editor : Dani Dahwilani