Penyebab Ban Retak-Retak dan Kusam, Hindari Kebiasaan Ini

Dani M Dahwilani ยท Senin, 30 Maret 2020 - 06:50 WIB
Penyebab Ban Retak-Retak dan Kusam, Hindari Kebiasaan Ini

Silicon base secara kimiawi akan berinteraksi dengan kompon, menarik kandung wag dalam ban. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Penampilan kendaraan yang bersih dan kinclong membuat enak dipandang. Salah satunya yang mendapat perlakuan istimewa adalah ban.

Namun permasalahannya bagian roda ini lama-kelamaan cepat kusam dan memiliki retak-retak halus. Amankan kondisi demikian? Apa penyebabnya?

Banyak pengguna kendaraan yang menyemir ban agar terlihat kelimis. Sejumlah tempat pencucian kendaraan (car wash) pun menjadikan semir sebagai bagian dari paket layanan.

Manager Training Dunlop, Bambang Hermanu Hadi mengatakan, ban kendaraan terlihat retak halus tidak menjadi masalah karena retakan tidak sampai ke benang. "Tidak menjadi masalah kalau retakan halus masih safety. Namun, secara penampilan kendaraan jadi kurang baik," ujarnya saat berbincang dengan iNews.id, beberapa waktu lalu.

Bambang menyebutkan, kondisi ini karena ban sering disemir. Bahan kimia pada semir membuat ban mengeras. Jika ingin terlihat bersih cukup dicuci pakai air sabun.

Menurutnya, semir ban ada dua jenis, yaitu water base (berbahan air) dan silicon base (berbahan silikon/oil based). Semir water base lebih aman untuk ban kendaraan.

"Kalau silicon base secara kimiawi akan berinteraksi dengan kompon, menarik kandung wag dalam ban. Wag berfungsi mencegah retak-retak pada ban. Namun, karena sudah tersedot oleh silikon menguap keluar, maka ban menjadi mudah retak-retak," kata Bambang.

Untuk itu, lanjut dia, jika mau disemir pilih berbahan water base. "Tapi, kalau semir cukup sekali-kali saja, mau ke undangan. Bagusnya sih dicuci saja biar ban tidak retak," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani