Bocoran, GAC Bakal Luncurkan MPV Hybrid 7 Seater di IIMS 2026
JAKARTA, iNews.id – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 disiapkan menjadi panggung kejutan bagi GAC Indonesia. Pabrikan otomotif asal Tiongkok ini memastikan kehadiran MPV hybrid premium tujuh penumpang yang akan menjalani debut resmi di pameran tersebut. Model anyar ini menegaskan keseriusan GAC Indonesia menembus segmen MPV mewah berteknologi elektrifikasi, dengan keluarga kelas atas sebagai target utama.
Sinyal kehadiran MPV 7 seater itu sebenarnya sudah tercium sejak pertengahan tahun lalu. Pada Juni 2025, GAC Aion meresmikan fasilitas produksi di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Model serupa kemudian tampil terbatas di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 pada Juli. Sejak saat itu, spekulasi terus berkembang hingga akhirnya dipastikan meluncur di IIMS 2026 yang digelar pada 5–15 Februari 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Model yang dimaksud kuat mengarah pada GAC E9 atau Aion E9. Kendaraan ini mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Di pasar Thailand, mobil tersebut dipasarkan dengan nama GAC M8, sementara di Singapura dan Tiongkok sudah lebih dulu menggunakan nama E9. Untuk Indonesia, GAC memilih memasarkan model ini di bawah merek GAC Aion.
Dari sisi segmentasi, E9 disiapkan masuk ke kelas MPV premium yang selama ini dihuni merek-merek mapan. Persaingan di segmen ini semakin ketat dengan kehadiran Denza D9, XPeng X9, serta Maxus Mifa M9 yang mengusung konsep listrik murni. Aion E9 hadir dengan pendekatan berbeda lewat sistem hibrida, memberi opsi baru bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas antara efisiensi listrik dan jangkauan mesin konvensional.
Spesifikasi
Secara desain, E9 tampil sebagai MPV berpostur besar. Panjang bodinya mencapai 5.212 milimeter dengan jarak sumbu roda 3.070 milimeter. Tampilan depan didominasi gril krom berukuran besar serta lampu berbentuk L terbalik. Pada tahap awal, E9 tersedia dalam pilihan warna alpine white dan onyx black.
Urusan performa, mobil ini memadukan mesin bensin 2.0 liter turbo dengan motor listrik. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga total 373 daya kuda dengan torsi puncak 630 Newton meter. Dalam kondisi baterai dan bahan bakar penuh, jarak tempuhnya diklaim melampaui 1.000 kilometer berdasarkan standar Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP). Akselerasi dari nol hingga 100 kilometer per jam diklaim sekitar delapan detik, dengan konsumsi bahan bakar gabungan 1,8 liter per 100 kilometer pada mode hybrid.