Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral! Pria Ngaku Aparat Marah hingga Acungkan Pistol gegara Diklakson di Bintaro
Advertisement . Scroll to see content

Bunyi Klakson Mobil di Kota Ini Picu Kontroversi, Berujung Debat Hukum

Senin, 30 Maret 2026 - 20:29:00 WIB
Bunyi Klakson Mobil di Kota Ini Picu Kontroversi, Berujung Debat Hukum
Klakson mobil yang biasanya digunakan untuk memperingatkan pengemudi lalai kini memicu kontroversi di sebuah kota negara bagian Ohio, AS. (Foto: Ilustrasi/AS)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idKlakson mobil yang biasanya digunakan untuk memperingatkan pengemudi lalai kini memicu kontroversi di sebuah kota negara bagian Ohio, Amerika Serikat (AS). Di Kota Lyndhurst, bunyi klakson justru menjadi pusat perdebatan sengit yang melibatkan aksi protes, kebebasan berbicara, hingga potensi pelanggaran hukum.

Situasi tersebut muncul setelah aksi demonstrasi rutin yang digelar di depan showroom Tesla berlangsung selama lebih dari satu tahun. Demonstrasi itu menyoroti peran kontroversial CEO Tesla, Elon Musk dalam politik Amerika Serikat.

Aksi protes yang digelar setiap pekan itu telah berlangsung selama 57 minggu. Para demonstran berdiri di luar showroom Tesla untuk menyuarakan kritik mereka terhadap keterlibatan Elon Musk dalam dinamika politik nasional.

Para pengemudi yang melintas di jalan tersebut kerap menunjukkan dukungan dengan cara sederhana, yakni membunyikan klakson. Aksi spontan ini membuat suasana jalanan kerap terdengar riuh, bahkan disebut menyerupai kondisi lalu lintas padat seperti di Manhattan.

Namun, suara klakson yang terus terdengar itu memicu keluhan dari warga sekitar. Mereka menganggap kebisingan yang terjadi setiap akhir pekan mulai mengganggu kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

Menanggapi keluhan tersebut, pemerintah kota Lyndhurst kemudian memberlakukan zona tenang di sekitar lokasi demonstrasi. Aturan ini dimaksudkan untuk mengurangi kebisingan yang muncul akibat bunyi klakson kendaraan.

Polisi setempat mulai memperingatkan pengemudi yang membunyikan klakson tanpa alasan keselamatan. Sejumlah pengendara bahkan sempat dihentikan oleh petugas.

Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai denda yang dijatuhkan kepada pengemudi yang melanggar aturan tersebut.

Wali Kota Lyndhurst, Patrick Ward menegaskan aksi protes sebenarnya bukan masalah utama bagi pemerintah kota. Namun dia mengakui warga sekitar merasa terganggu dengan suara klakson yang terus terdengar.

“Para tetangga sedikit terganggu dan akan menghargai jika kebisingan sedikit berkurang,” kata Ward.

Di sisi lain, sebagian demonstran justru mendorong pengemudi yang melintas untuk ikut berpartisipasi dengan membunyikan klakson. Mereka bahkan memasang papan tanda di pinggir jalan yang mengajak pengendara menunjukkan dukungan.

Salah satu demonstran yang rutin hadir, Ron Brubaker, mengaku secara aktif meminta pengemudi membunyikan klakson. Dia menyebut praktik itu telah berlangsung lebih dari setahun.

“Saya secara aktif mendorong orang untuk membunyikan klakson mereka,” ujar Brubaker.

Ajakan tersebut kini menjadi bagian dari persoalan yang diperdebatkan. Pihak berwenang menilai penggunaan klakson seharusnya hanya untuk tujuan keselamatan, bukan sebagai bentuk dukungan dalam aksi protes.

Pemerintah kota juga menggunakan peraturan kebisingan yang lebih luas untuk menertibkan situasi tersebut. Langkah ini diambil karena bunyi klakson mulai menjadi suara rutin yang terdengar setiap akhir pekan di area tersebut.

Meski demikian, aspek hukum dari kebijakan ini tidak sepenuhnya sederhana. Sejumlah pakar hukum menilai aturan tersebut berpotensi menimbulkan perdebatan baru terkait kebebasan berekspresi.

Pengacara yang fokus pada isu Amandemen Pertama Konstitusi AS, Brian Bardwell, menilai pemerintah kota bisa menghadapi tantangan hukum apabila aturan diterapkan secara selektif.

Menurutnya, jika penindakan hanya terjadi ketika bunyi klakson berkaitan dengan aksi protes, maka hal itu dapat menimbulkan kecurigaan di pengadilan.

“Jika membunyikan klakson hanya ditindak ketika terkait dengan protes, hal itu dapat dipertanyakan di pengadilan,” kata Bardwell.

Sementara itu, para pengunjuk rasa sempat mencoba memindahkan lokasi aksi mereka dari depan showroom Tesla. Namun upaya tersebut tidak mengubah situasi secara signifikan.

Pemerintah kota tetap menegakkan aturan yang sama karena kebijakan tersebut tidak hanya menargetkan satu ruas jalan, tetapi juga perilaku penggunaan klakson itu sendiri.

Perdebatan ini memperlihatkan bagaimana tindakan sederhana seperti membunyikan klakson dapat berubah menjadi isu hukum yang kompleks. Di satu sisi, warga menginginkan ketenangan lingkungan.

Di sisi lain, para demonstran melihat bunyi klakson sebagai bentuk dukungan dan ekspresi kebebasan berpendapat di ruang publik.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut