Changan Pamer Teknologi Intelligent Driving SDA Pilot pada Kendaraan, Intip Cara Kerjanya
Teknologi ini dirancang tetap bekerja dalam berbagai kondisi yang menantang, termasuk minim cahaya, silau, hujan, dan kabut. Data dari sensor kemudian diproses sistem komputasi untuk membantu kendaraan menentukan respons berkendara yang sesuai.
Selain sensor, SDA Pilot memanfaatkan sistem end-to-end large model yang dilatih menggunakan lebih dari 20 juta segmen data berkendara dari kondisi nyata. Data tersebut digunakan untuk membantu sistem memahami situasi jalan dan menghasilkan perilaku berkendara yang lebih natural.
Teknologi tersebut juga dikombinasikan dengan sistem navigasi interaktif berbasis multimodal large model. Sistem ini menggabungkan kemampuan visual dan suara sehingga pengguna dapat memberikan perintah menggunakan bahasa sehari-hari.
SDA Pilot juga memiliki kemampuan mengingat pola dan preferensi berkendara. Dengan teknologi tersebut, interaksi antara pengemudi dan kendaraan dirancang lebih natural, menyerupai percakapan.
Sebelum diterapkan pada kendaraan produksi, Changan mengembangkan Changan SDA Lab sebagai pusat pengembangan dan pengujian teknologi intelligent driving. Fasilitas tersebut mendukung pengujian selama 24 jam setiap hari.