China Prediksi Penjualan Mobil Tahun Ini Kembali Turun

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 14:19 WIB
China Prediksi Penjualan Mobil Tahun Ini Kembali Turun

China memperkirakan penjualan kendaraan stagnan di angka 25 juta unit atau kembali turun.

BEIJING, iNews.id - China memperkirakan penjualan mobil pada 2020 di angka 25 juta unit atau kembali turun. Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian China Miao Wei.

Atas kondisi ini, dia menyebutkan pemerintah sedang mempelajari menunda pengurangan subsidi untuk kendaraan energi baru (NEV).

"Kami memiliki pertumbuhan kecepatan tinggi selama 28 tahun berturut-turut yang sebenarnya tidak buruk. Jadi saya berharap semua orang dapat dengan tenang melihat pasar," ujarnya, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (21/1/2019).

Sebelum pengumuman Menteri Miao, penjualan NEV diperkirakan sejumlah pihak mendatar karena tidak ada subsidi baru dari pemerintah pusat.

“Kami telah pindah dari tahap pengembangan berkecepatan tinggi. Kita harus menerima kenyataan perkembangan kecepatan rendah,” kata pejabat senior Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM), Shi Jianhua, seperti diberitakan The Detroit Bureau.

CAAM memperkirakan penurunan penjualan kendaraan 2 persen pada 2020. Ini mengiringi penurunan penjualan pada 2019 sebesar 8,2 persen dan 3 persen pada 2018.

China menjadi pasar terbesar untuk kendaraan berbasis plug-in, dan permintaan dapat meningkat lebih cepat jika regulator menindaklanjuti proposal yang meminta 25 persen kendaraan baru pada 2025 bertenaga listrik.

Peraturan NEV yang secara resmi diberlakukan pada akhir 2017 dengan cepat memicu boom mobil baterai, penjualan di China melampaui angka 1 juta untuk pertama kalinya pada 2018. Permintaan tetap solid sampai pertengahan 2019, tetapi kemudian subsidi dicabut dan penjualan melemah kembali.

Pasar China secara keseluruhan pada 2019 merosot, tetapi pasar EV mengambil risiko yang lebih tajam turun 46 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.

Indikator yang lebih jelas, kendaraan plug-in, termasuk PHEV dan kendaraan baterai-listrik murni atau BEV, tergelincir menjadi hanya 3,5 persen dari semua penjualan kendaraan baru di China pada Oktober, dibandingkan dengan 5,5 persen pada 10 bulan pertama 2019.

Pemotongan subsidi telah memukul keras merek-merek domestik China yang menyediakan kendaraan EV murah. Di sisi lain, penjualan EV high-end terus berkembang, membantu OEM asing meningkatkan pangsa pasar hingga 14 persen.

Editor : Dani Dahwilani