Ferrari Akan Tes Kesehatan Karyawan dan Keluarganya Sebelum Pabrik Kembali Dibuka

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 09 April 2020 - 06:37 WIB
Ferrari Akan Tes Kesehatan Karyawan dan Keluarganya Sebelum Pabrik Kembali Dibuka

Cegah penyebaran corona, Ferrari menyatakan akan memeriksa kesehatan seluruh karyawan dan keluarganya menjelang pembukaan pabrik. (Foto: AFP)

MILAN, iNews.id - Ferrari menyatakan akan memeriksa kesehatan seluruh karyawan dan keluarganya menjelang pembukaan pabrik. Langkah ini untuk mengetahui apakah ada yang terjangkit virus corona (Covid-19) atau tidak sebelum pabrik supercarmaker Italia itu dibuka kembali.

Dilansir dari Reuters, Kamis (9/4/2020), Ferrari mengatakan rencana Back on Track melibatkan ahli virologi dan pakar, dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman ketika operasi dimulai.

Sejak Maret lalu, brand berlogo Kuda Jingkrak itu menutup pabriknya di Maranello dan Modena, wilayah utara Italia Emilia-Romagna, merespons mewabahnya virus corona dan kekurangan pasokan suku cadang. Berdasarkan rencana Ferrari akan membuka kembali fasilitasnya pada 14 April, asalkan pasokan komponen ada.

Italia, salah satu negara yang paling terpukul pandemi di Eropa, telah melihat peningkatan tren infeksi baru-baru ini, dan pihak berwenang mulai melihat fase lockdown kedua. Langkah lockdown membuat ekonomi Italia rapuh dengan perkiraan kontraksi tahunan 6 persen.

Pembukaan kembali industri diharapkan bertahap dengan tetap tunduk pada protokol kesehatan untuk melindungi karyawan dari risiko infeksi.

Sebagai bagian dari rencana Back on Track, Ferrari, yang dikendalikan Exor (holding group keluarga Agnelli), mengatakan, pihaknya akan menggelar tes darah kepada pekerjanya untuk menyaring Covid-19. Tes juga akan ditawarkan kepada anggota keluarga yang tinggal bersama dan staf pemasok perusahaan.

Pada langkah terakhir, setiap pekerja akan diberi kesempatan menggunakan aplikasi untuk menerima dukungan medis dalam memantau gejala corona.

Ferrari mengatakan aplikasi ini digunakan untuk melacak kontak mereka dengan siapa saja guna meningkatkan pemantauan kesehatan.

Dalam sepucuk surat kepada pemegang saham Exor, kepala Exor John Elkann, yang juga ketua Ferrari, mengatakan, aplikasi dapat menghormati privasi, membantu memantau dan mengendalikan munculnya infeksi baru di antara karyawan. Ferrari akan membagikan hasil tes dengan pihak berwenang setempat.

Editor : Dani Dahwilani