Ferrari Gandeng NASA Atasi Masalah Akselerasi pada Mobil Listrik Luce
JAKARTA, iNews.id – Ferrari menggandeng Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatasi masalah akselerasi ekstrem pada mobil listrik pertamanya, Luce. Langkah ini diambil karena akselerasi mobil listrik dinilai bisa terlalu agresif hingga berdampak pada kenyamanan pengemudi.
CEO Ferrari Benedetto Vigna mengatakan performa mobil listrik yang terlalu cepat justru dapat menimbulkan efek tidak nyaman. Dia menyebut, akselerasi yang berlebihan bisa “mengganggu otak” pengemudi.
“Kadang akselerasi mobil listrik terlalu linier dan terlalu banyak, karena bisa mengganggu otak kita,” kata Vigna dalam wawancara.
Untuk itu, Ferrari bekerja sama dengan NASA guna memahami batas toleransi manusia terhadap percepatan kendaraan. Kolaborasi ini bertujuan menemukan titik ideal antara performa tinggi dan kenyamanan berkendara.
Selain akselerasi longitudinal, Ferrari juga fokus pada sejumlah elemen lain yang membentuk sensasi berkendara. Di antaranya akselerasi lateral, sistem pengereman, perpindahan gigi, serta suara kendaraan.
Menariknya, Luce akan dibekali paddle shifter seperti mobil konvensional. Namun, fitur ini tidak digunakan untuk mengatur regenerasi pengereman seperti pada kebanyakan mobil listrik, melainkan untuk mengatur distribusi torsi agar pengalaman berkendara terasa lebih dinamis.