Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teluk Persia Panas! Militer AS Serang 3 Kapal Tanker Iran
Advertisement . Scroll to see content

Ford Cs Ketakutan, Kongres AS Diminta Blokir Permanen Mobil China

Sabtu, 05 September 2026 - 23:36:00 WIB
Ford Cs Ketakutan, Kongres AS Diminta Blokir Permanen Mobil China
Kongres AS didesak mengubah pembatasan regulasi mobil China yang saat ini berlaku menjadi larangan permanen. (Foto: Dok iNews id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Industri otomotif Amerika Serikat (AS) berupaya memperketat hambatan terhadap mobil asal China. Kongres AS didesak mengubah pembatasan regulasi yang saat ini berlaku menjadi larangan permanen terhadap kendaraan dan teknologi otomotif asal Negeri Tirai Bambu.

Dilansir dari Carscoops, dorongan tersebut disampaikan Alliance for Automotive Innovation, kelompok yang mewakili sebagian besar produsen mobil yang menjual kendaraan di AS. Sejumlah anggotanya antara lain General Motors (GM), Ford, Toyota, BMW, Hyundai, Honda, Volkswagen, Mercedes-Benz, Kia hingga Volvo.

CEO Alliance for Automotive Innovation John Bozzella bahkan telah mengirim surat kepada para pemimpin Kongres. Dia meminta legislator mengesahkan aturan tersebut sebelum masa sidang Kongres saat ini berakhir pada 3 Januari.

"Saat ini, produsen mobil Tiongkok membuang kendaraan bersubsidi dengan perangkat lunak dan perangkat keras terhubung di seluruh dunia," tulis Bozzella dalam surat tersebut.

Dia menilai ekspansi kendaraan China bukan hanya berkaitan dengan persaingan bisnis, tetapi juga menyangkut keamanan data dan kepentingan ekonomi AS.

"Tiongkok merebut pangsa pasar di Eropa, Australia, Asia Tenggara, Meksiko, dan Amerika Selatan dengan kendaraan yang mampu mengumpulkan, memproses, dan mengirimkan data kendaraan dan konsumen yang sensitif kepada Partai Komunis Tiongkok," katanya.

Saat ini, mobil China praktis kesulitan menembus pasar AS akibat tarif impor tinggi serta pembatasan terhadap teknologi kendaraan terhubung yang memiliki kaitan dengan China.

Kebijakan tersebut bahkan berdampak terhadap Polestar. Merek kendaraan listrik yang memiliki hubungan dengan China itu harus menarik diri dari pasar AS.

Namun, produsen otomotif AS dan sejumlah perusahaan global masih khawatir kebijakan tersebut dapat berubah. Sebab itu, mereka menginginkan Kongres menetapkan larangan yang lebih permanen.

Di sisi lain, rancangan aturan yang tengah dibahas berpotensi menimbulkan masalah bagi sejumlah produsen mobil yang sudah beroperasi di AS.

Salah satu proposal yang lolos dari komite Senat pada Juli berpotensi berdampak terhadap Mercedes-Benz. Investor China diketahui memiliki hampir 20 persen saham perusahaan asal Jerman tersebut.

Volvo juga menghadapi persoalan serupa karena perusahaan tersebut sepenuhnya dimiliki Geely, grup otomotif asal China.

Aliansi menyatakan menginginkan regulasi yang seimbang sehingga aturan untuk membatasi pengaruh China tidak justru merugikan produsen mobil yang sudah menjadi bagian dari industri AS.

Xiaomi Siap Masuk Eropa

Di tengah upaya AS mempersempit akses kendaraan China, produsen otomotif Negeri Tirai Bambu justru terus memperluas pasar global. Xiaomi, perusahaan teknologi yang kini serius mengembangkan mobil listrik, berencana memulai penjualan kendaraan di Eropa pada 2027.

Xiaomi bahkan telah menandatangani kontrak dengan delapan grup dealer di Jerman. Kehadiran Xiaomi akan menambah daftar produsen China yang berusaha memperbesar penetrasi di pasar Eropa, seperti BYD, Xpeng, Leapmotor dan Nio.

Lebih dari satu dari setiap 10 mobil yang terjual di Eropa disebut merupakan kendaraan buatan China. Kondisi tersebut menunjukkan produsen China semakin mampu bersaing di pasar otomotif global.

Kanada Buka Keran Impor Mobil China

Sementara itu, Kanada justru mengambil langkah berbeda dari AS. Negara tersebut baru-baru ini membuka periode impor kedua untuk kendaraan listrik China.

Kanada memungkinkan tambahan hingga 33.397 unit kendaraan listrik China masuk melalui kuota terbaru setelah kapasitas yang tidak terpakai dialihkan dari alokasi pertama.

Sejumlah model dari BYD, Chery dan Geely juga dilaporkan tengah menjalani proses sertifikasi untuk dapat dipasarkan di Kanada.

Perbedaan kebijakan tersebut membuat peta persaingan kendaraan listrik global semakin menarik. Ketika AS berusaha memperketat akses mobil China, Eropa menghadapi peningkatan penetrasi produk China, sementara Kanada justru membuka ruang impor lebih besar.

Namun, upaya AS untuk menutup pasar dari produsen China secara permanen diperkirakan tidak mudah. Bahkan CEO Ford disebut tidak yakin AS dapat mencegah perusahaan China masuk ke pasar Negeri Paman Sam selamanya.

Ford memperkirakan produsen mobil China pada akhirnya dapat masuk ke pasar AS dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun mendatang.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut