Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Mobil Termahal di Dunia, Rolls-Royce La Rose Noire Droptail Dibanderol Rp573 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Gedung Putih Salah Sebut Rolls-Royce Investasi Bikin Mobil, Padahal Bangun Mesin Pesawat

Jumat, 04 September 2026 - 14:42:00 WIB
Gedung Putih Salah Sebut Rolls-Royce Investasi Bikin Mobil, Padahal Bangun Mesin Pesawat
Gedung Putih kembali menjadi sorotan setelah mencampuradukkan Rolls-Royce plc dengan Rolls-Royce Motor Cars. (Foto: Instagram Rolls-Royce plc)
Advertisement . Scroll to see content

Diketahui, Rolls-Royce plc mengucurkan investasi senilai 75 juta dolar AS untuk meningkatkan produksi mesin di fasilitasnya, Aiken, South Carolina. Perusahaan juga baru menyelesaikan ekspansi senilai 24 juta dolar AS di pabrik Mankato, Minnesota. Namun, investasi tersebut tidak berkaitan dengan produksi mobil Rolls-Royce. 

Dalam pernyataannya, Gedung Putih menyebut agenda perdagangan Trump mendorong perusahaan untuk mengalihkan investasi dan produksi ke Amerika Serikat sebagai dampak kebijakan tarif.

Salah satu contoh yang digunakan adalah Ford. Produsen asal Amerika Serikat itu berencana meningkatkan produksi kendaraan Lincoln di dalam negeri mulai 2030, sekaligus secara bertahap menghentikan impor Lincoln Nautilus yang saat ini diproduksi di China.

Selain Ford, pemerintah Amerika Serikat juga menunjuk General Motors, Stellantis, Honda, Toyota, dan Mercedes-Benz sebagai perusahaan yang melakukan investasi manufaktur di Amerika Serikat.

Gedung Putih kemudian menyatakan, "Agenda 'America First' Presiden Trump meraih kemenangan telak atas puluhan tahun praktik pengalihan produksi ke luar negeri. Perusahaan-perusahaan yang dulunya mengejar tenaga kerja murah di luar negeri kini mengucurkan modal ke pabrik-pabrik di AS — menghasilkan kendaraan buatan Amerika, oleh pekerja Amerika, untuk konsumen Amerika."

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut