Hati-Hati! Kilometer Odometer Digital Lebih Mudah Dimanipulasi Penjual Mobil Bekas Nakal
Kondisi ini membuat banyak pembeli sulit mendeteksi kecurangan hanya dari tampilan dashboard kendaraan. Tanpa pengecekan riwayat servis atau laporan kendaraan, mobil dengan kilometer palsu bisa terlihat normal.
Padahal, dampaknya tidak sederhana. Mobil dengan jarak tempuh yang dimanipulasi berpotensi mengalami keausan komponen yang tidak terdeteksi. Selain itu, pemilik baru juga bisa salah menentukan jadwal servis karena mengacu pada angka kilometer yang tidak akurat.
Masalah lain yang mengintai pembeli mobil bekas bukan hanya manipulasi odometer. Carfax bersama Dewan Industri Kendaraan Bermotor Ontario juga menyoroti berbagai modus lain seperti kloning VIN, pencucian surat kepemilikan kendaraan, riwayat kecelakaan yang disembunyikan, hingga jaminan atau utang kendaraan yang tidak diungkapkan.
Carfax bahkan menyebut sekitar 40 persen pemeriksaan jaminan menemukan adanya utang yang masih melekat pada kendaraan. Situasi tersebut bisa menimbulkan risiko bagi pembeli apabila kendaraan berpindah tangan sebelum kewajiban finansial dilunasi.
Meski begitu, pembeli tetap bisa melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan memeriksa nomor identitas kendaraan atau VIN melalui layanan pengecekan kendaraan. Cara sederhana seperti menelusuri VIN di internet juga dapat membantu menemukan riwayat lelang, foto kerusakan lama, maupun catatan kilometer sebelumnya.
Selain itu, calon pembeli disarankan melakukan inspeksi menyeluruh di bengkel terpercaya sebelum memutuskan membeli mobil bekas. Pemeriksaan detail dapat membantu mendeteksi tanda-tanda kendaraan pernah mengalami manipulasi atau kerusakan berat.
Semakin canggihnya teknologi digital, praktik kecurangan di pasar mobil bekas juga ikut berkembang. Karena itu, ketelitian dan pemeriksaan menyeluruh menjadi kunci agar pembeli tidak terjebak membeli kendaraan dengan riwayat yang disembunyikan.
Editor: Dani M Dahwilani