Heboh! Lamborghini Jadi Kendaraan Niaga Bebas dari Pajak Mobil Mewah
Pihak pajak pun berencana mengenakan pajak tambahan dengan asumsi adanya penggunaan pribadi. Namun, pengadilan justru memutuskan sebaliknya dan memenangkan wajib pajak.
Salah satu alasan kuat dalam putusan ini adalah fakta bahwa pria tersebut telah memiliki kendaraan pribadi lain, yakni Ferrari 360 Spider dan Jeep Commander. Atas adanya mobil pribadi tersebut, pengadilan menilai tidak ada kebutuhan logis baginya menggunakan Aventador untuk keperluan pribadi.
Pengadilan juga menegaskan meskipun catatan kendaraan tidak disusun secara sempurna, hal tersebut tidak serta-merta membatalkan klaim penggunaan bisnis. Selama gambaran keseluruhan mendukung aktivitas usaha, kendaraan tetap bisa dikategorikan sebagai aset bisnis.
Dalam kasus ini, Lamborghini dianggap memiliki fungsi promosi yang kuat dan relevan dengan pekerjaan pemiliknya. Walaupun terlihat berlebihan, pengadilan menilai penggunaan tersebut masih dapat diterima secara hukum.
Putusan ini memberikan pesan menarik, bahwa di Jerman, penggunaan kendaraan mewah sebagai mobil perusahaan bukan hal mustahil. Namun, tetap ada syarat penting, seperti bukti penggunaan yang masuk akal serta pemisahan jelas antara kebutuhan pribadi dan bisnis.