Hyundai Siapkan Rival Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton, Gendong Mesin Hybrid?
JAKARTA, iNews.id - Hyundai menyiapkan mobik pikap ukuran menengah dengan sasis rangka yang akan menjadi penantang Toyota Hilux, Ford Ranger, Mitsubishi Triton, dan Isuzu D-Max di pasar global. Model baru tersebut masuk dalam rencana peluncuran Hyundai hingga 2030.
Hyundai mengungkap rencana tersebut dalam Investor Day yang digelar awal pekan ini. Produsen mobil asal Korea Selatan itu menargetkan lebih dari 100 model baru maupun penyegaran hingga 2030, termasuk sedikitnya 58 model untuk pasar Amerika Utara.
Salah satu fokus Hyundai adalah mengisi segmen pasar yang selama ini belum mereka garap. Truk pikap dengan konstruksi body-on-frame menjadi salah satu produk yang akan diluncurkan dalam tiga tahun ke depan.
Rencana Hyundai menghadirkan pikap berukuran menengah sebenarnya telah lama menjadi rumor. Sejumlah eksekutif Hyundai juga beberapa kali mengakui adanya pengembangan model tersebut, meski detail mengenai desain, spesifikasi, dan waktu peluncurannya masih dirahasiakan.
Jika terealisasi, pikap ini akan bersaing langsung dengan sejumlah pemain kuat di segmen pikap menengah Toyota Hilux, Ford Ranger, Mitsubishi Triton, dan Isuzu D-Max.
Ada pula spekulasi bahwa pikap Hyundai tersebut akan menggunakan arsitektur yang berkaitan dengan Kia Tasman. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai penggunaan platform yang sama.
Hyundai Pertimbangkan Teknologi Hybrid

Menariknya, Hyundai memberikan sinyal bahwa sistem elektrifikasi bisa menjadi salah satu senjata utama pikap barunya. Chief Operating Officer Hyundai Motor Company Australia, q, menyebut teknologi hybrid atau EREV (Extended-Range Electric Vehicle) menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan.
“Tidak diragukan lagi kami akan terlambat memasuki pasar, itulah kenyataannya,” katanya.
“Jadi ketika kami memasuki pasar, kami ingin memastikan semua orang melihat kami ketika kami masuk, dan saya pikir sistem penggerak akan menjadi kunci dari sudut pandang itu. Saya pikir secara realistis, menurut kami, hybrid atau EREV (Electric Range Electric Vehicle) adalah yang akan kami pertimbangkan.”
Pernyataan tersebut mengindikasikan Hyundai tidak ingin sekadar menghadirkan pikap konvensional untuk mengejar ketertinggalan dari para rivalnya. Teknologi elektrifikasi berpotensi menjadi pembeda ketika model tersebut masuk ke pasar.
Strategi ini sejalan dengan rencana Hyundai yang tengah mengembangkan sejumlah kendaraan dengan teknologi range extender. Dalam presentasi kepada investor, Hyundai mengonfirmasi pengembangan beberapa model EREV, termasuk Santa Fe EREV, Genesis EREV, serta SUV segmen C untuk pasar China.
Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin pembakaran internal berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk menambah jarak tempuh.
Melalui engalaman tersebut, Hyundai berpeluang mengadaptasi teknologi EREV ke truk pikap barunya. Namun, perusahaan belum mengonfirmasi apakah model pikap yang disiapkan sebagai rival Toyota Hilux tersebut nantinya benar-benar menggunakan sistem EREV atau hybrid konvensional.
Hyundai diperkirakan akan mengungkap lebih banyak informasi mengenai pikap tersebut menjelang waktu peluncurannya dalam tiga tahun ke depan.
Editor: Dani M Dahwilani