Insentif Mobil Listrik Dihapus, Xpeng Nilai Konsumen Akan Terbebani
Sepanjang 2025, permintaan mobil Xpeng terbilang solid. Hari menyebutkan pihaknya bersyukur penjualan tetap tumbuh, bahkan unit yang masuk daftar tunggu kini beberapa bulan. Hal ini menunjukkan pasar Indonesia mulai menerima teknologi baru, terutama kendaraan listrik berpenggerak baterai.
Saat ini, Xpeng akan mengirimkan total sekitar 600 unit ke konsumen di Indonesia. Seluruh unit yang tiba merupakan produksi lokal dari pabrik PT Handal Motor Indonesia. Dari total itu, 90–95 persen adalah model Xpeng X9, disusul model Xpeng G6. “Saat ini, rata-rata pengiriman ke konsumen 200 unit per bulan,” kata Hari.
Di tengah ketidakpastian insentif, Xpeng tetap menyiapkan ekspansi jaringan dealer. Saat ini mereka memiliki enam jaringan dealer di wilayah luar Jabodetabek. Ke depan akan Ekspansi di sejumlah kota besar.
Hari menegaskan industri otomotif harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, mobil listrik memiliki keunggulan fundamental karena tidak mengandalkan bahan bakar subsidi dan mampu mendukung agenda pengurangan emisi karbon nasional.
Harapan besar Xpeng tetap sama, insentif diteruskan agar ekosistem tumbuh stabil. Jika tidak, pertumbuhan EV berpotensi melambat dan membebani konsumen yang sudah percaya menuju era elektrifikasi.