Kapalkan 1,3 Juta Unit Mobil, Chery Jadi Produsen China Pengekspor Terbanyak di Dunia
JAKARTA, iNews.id – Chery Group mencatat tonggak sejarah baru pada 2025 setelah berhasil mengekspor lebih dari 1,3 juta unit kendaraan ke berbagai negara. Ini menjadikannya produsen otomotif China dengan volume ekspor terbesar di dunia.
Pencapaian ini menegaskan posisi Chery sebagai pemain global yang konsisten mencetak rekor penjualan, ekspor, hingga inovasi teknologi.
Dalam laporannya, Chery menutup 2025 dengan penjualan kendaraan tahunan mencapai 2.806.393 unit. Capaian tersebut mendorong total basis konsumen global Chery menjadi 18,53 juta pengguna di lebih dari 120 negara dan wilayah.
Dari sisi ekspor, Desember 2025 menjadi momen bersejarah setelah Chery mengapalkan 144.430 unit kendaraan, melonjak 46,8 persen secara tahunan dan untuk pertama kalinya menembus angka 140.000 unit dalam satu bulan. Secara keseluruhan, total ekspor sepanjang 2025 mencapai 1.344.020 unit atau naik 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Atas pencapaian tersebut, total ekspor kumulatif Chery kini menyentuh 5,85 juta unit. Angka ini mencetak tiga rekor sekaligus bagi produsen otomotif China, yakni ekspor bulanan, tahunan, dan kumulatif tertinggi. Chery juga mempertahankan statusnya sebagai eksportir mobil penumpang terbesar China selama 23 tahun berturut-turut.
Terobosan juga datang dari segmen kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Sepanjang 2025, penjualan NEV Chery mencapai 903.847 unit, tumbuh signifikan sebesar 54,9 persen secara tahunan. Skala produksi dan laju pertumbuhan tersebut menempatkan Chery di jajaran teratas industri otomotif global.
Sementara itu, kinerja Chery di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat kuat. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikndo) penjualan ritel Chery sepanjang 2025 melonjak hingga 126 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan wholesales juga meningkat 111 persen, mencerminkan kepercayaan pasar yang kian solid serta jaringan distribusi yang semakin matang.

Kinerja Chery pada 2025 didorong oleh strategi jangka panjang melalui lima arah utama pengembangan, yakni kendaraan bahan bakar baru, kendaraan energi baru, ekspansi global baru, lini bisnis baru, dan teknologi baru.
Melalui pendekatan fuel-electric synergy, Chery menghadirkan portofolio produk yang mengombinasikan teknologi kendaraan konvensional dan listrik. Di sisi energi baru, lebih dari 90 persen produk baru Chery yang diluncurkan pada 2025 merupakan kendaraan NEV. Model unggulan seperti Tiggo 7 CSH dan Tiggo 8 CSH mencatat performa penjualan impresif dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan segmen NEV Chery.
Ekspansi global Chery juga semakin agresif, termasuk penetrasi ke pasar dengan regulasi ketat seperti Eropa. Chery tercatat sebagai merek otomotif China pertama yang merealisasikan produksi lokal di Eropa melalui proyek kolaborasi di Spanyol. Hingga kini, Chery telah memasuki 15 negara Eropa, termasuk Inggris, Spanyol, dan Italia.
Selain bisnis inti otomotif, Chery membangun kurva pertumbuhan kedua melalui ekosistem pengguna, mencakup suku cadang, pembiayaan, langganan perangkat lunak, hingga energi hijau. Chery juga mengembangkan kurva pertumbuhan ketiga berbasis teknologi masa depan seperti robotaxi dan robot humanoid.
Sepanjang 2025, Chery memamerkan lebih dari 10 teknologi terdepan dunia di bidang kecerdasan, elektrifikasi, dan teknologi rendah karbon melalui berbagai ajang global. Ke depan, Chery akan menggelar AI Night untuk menampilkan terobosan terbaru di bidang kecerdasan buatan.
Menatap 2026, Chery bertekad mempertahankan kinerja dengan target pertumbuhan penjualan tahunan melampaui rata-rata industri sebesar 10–20 poin persentase.
Editor: Dani M Dahwilani