Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penjualan Tembus 900 Ribu Unit, Daihatsu Pamer 4 Model Gran Max di Giicomvec 2026
Advertisement . Scroll to see content

Kecelakaan Bus dan Truk Dipicu Human Error, Hino Tekankan Kompetensi Driver dan Perawatan Kendaraan

Kamis, 09 April 2026 - 18:14:00 WIB
Kecelakaan Bus dan Truk Dipicu Human Error, Hino Tekankan Kompetensi Driver dan Perawatan Kendaraan
Hino menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengemudi serta manajemen perawatan kendaraan untuk keselamatan transportasi. (Foto:
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tingginya angka kecelakaan bus dan truk di Indonesia kembali menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi ini mendorong produsen kendaraan niaga PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengemudi serta manajemen perawatan kendaraan untuk keselamatan transportasi.

Isu keselamatan tersebut dibahas dalam diskusi panel “Membangun Moda Transportasi yang Aman dan Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan” dalam pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Diskusi ini menghadirkan pemangku kepentingan di sektor transportasi, mulai dari regulator, produsen kendaraan, hingga operator transportasi. Tujuannya mencari solusi konkret untuk menekan angka kecelakaan kendaraan niaga yang masih tinggi di Indonesia.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengungkapkan sebagian besar kecelakaan kendaraan niaga sebenarnya bisa dicegah. Berdasarkan hasil investigasi KNKT, faktor manusia alias human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.

“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Sebab itu, peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” ujar Ahmad Wildan.

Dia menjelaskan banyak kecelakaan bus dan truk terjadi akibat kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Kurangnya pemahaman pengemudi terhadap keselamatan berkendara serta minimnya perhatian terhadap kondisi kendaraan menjadi faktor yang kerap ditemukan dalam investigasi kecelakaan.

Kesalahan tersebut kerap muncul dalam bentuk kelalaian saat berkendara, pengoperasian kendaraan yang tidak sesuai standar, hingga pengabaian terhadap kondisi teknis kendaraan. Padahal kendaraan niaga memiliki risiko lebih besar karena membawa muatan berat atau penumpang dalam jumlah banyak.

Sebab itu, peningkatan kompetensi pengemudi menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan. Pengemudi kendaraan niaga dituntut memiliki kemampuan teknis, kesadaran keselamatan, serta pemahaman terhadap kondisi kendaraan yang dia operasikan.

Training Division Head HMSI, Pieter Andre mengatakan pihaknya secara konsisten mendorong kampanye keselamatan berkendara sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan transportasi yang aman dan berkelanjutan.

Menurutnya, kendaraan niaga memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional. Sebab itu, keselamatan dalam operasional kendaraan menjadi prioritas yang harus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ujar Pieter Andre.

Dia menilai peningkatan kompetensi pengemudi bukan hanya soal kemampuan mengemudi, tetapi juga berkaitan dengan pola pikir dan kesadaran terhadap keselamatan di jalan. Pelatihan yang berkelanjutan, pengemudi diharapkan mampu memahami risiko dan mengantisipasi potensi bahaya selama perjalanan.

Selain faktor pengemudi, kondisi kendaraan juga memiliki peran penting dalam menentukan tingkat keselamatan transportasi. Kendaraan yang tidak dirawat dengan baik berpotensi mengalami kerusakan teknis yang dapat memicu kecelakaan.

Untuk itu, Hino menekankan pentingnya sistem manajemen perawatan kendaraan yang terstruktur dan disiplin. Perawatan rutin tidak hanya memastikan kendaraan tetap laik jalan, tetapi juga menjaga performa kendaraan agar tetap optimal dalam operasional.

Upaya meningkatkan keselamatan transportasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara produsen kendaraan, operator transportasi, regulator, serta pengemudi untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana mengatakan saat ini industri transportasi di Indonesia juga menghadapi tantangan lain, yakni kekurangan pengemudi profesional.

Menurutnya, kebutuhan akan pengemudi kendaraan niaga terus meningkat seiring pertumbuhan sektor logistik dan transportasi. Namun jumlah pengemudi yang memiliki kompetensi sesuai standar keselamatan masih terbatas.

“Sebagai operator, kami memastikan rekrutmen driver yang selektif, pelatihan berkala, serta penerapan sistem manajemen perawatan kendaraan yang disiplin. Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,” kata Bayu Permana.

Dia menilai peningkatan kualitas pengemudi harus menjadi perhatian bersama. Operator transportasi tidak hanya bertugas menyediakan armada, tetapi juga memastikan sumber daya manusia yang mengoperasikan kendaraan memiliki kompetensi yang memadai.

Pengemudi yang terlatih dan kendaraan yang terawat, risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. Hal ini juga akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi darat.

Keselamatan transportasi pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem transportasi. Kolaborasi yang kuat, transportasi darat yang aman dan andal di Indonesia bukan lagi sekadar harapan, melainkan target yang dapat diwujudkan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut