Korea Selatan Boikot Mobil Jepang, Ini Alasannya

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 12:01 WIB
Korea Selatan Boikot Mobil Jepang, Ini Alasannya

Aksi boikot itu merupakan respons Korsel atas pembatasan ekspor material teknologi Korea yang dilakukan Jepang. (Foto: Financial Times)

SEOUL, iNews.id - Penjualan mobil Eropa di Korea Selatan (Korsel) meningkat cukup signifikan. Berbanding terbalik dengan mobil pabrikan Jepang yang justru anjlok hingga 60 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dikutip dari Nikkei, Rabu (9/10/2019), penurunan penjualan ini imbas dari memburuknya hubungan antara Korsel dengan Jepang. Ini membuat mereka memboikot brand mobil Jepang, seperti Toyota, Honda, dan Nissan.

Aksi boikot itu merupakan respons Korsel atas pembatasan ekspor material teknologi Korea yang dilakukan Jepang. Selain itu, Korsel juga membatasi kunjungan ke Jepang yang berimbas kepada sejumlah maskapai penerbangan.

Perseteruan itu, membuat pabrikan Jepang sulit melakukan penjualan. Sejak Juli, Korsel sudah mulai memboikot produk-produk yang diimpor dari Jepang seperti otomotif hingga minuman beralkohol.

Di sektor otomotif, data yang dirilis Korea Automobile Distribution and Import Association, penjualan mobil Jepang pada Agustus 2019 turun 57 persen dan hanya terjual 1.400 unit.

Impor mobil baru dari Jepang ke Korea hanya lima persen pada bulan lalu, turun drastis 16 persen pada periode yang sama pada tahun lalu.


Editor : Dani Dahwilani