Kuasai Baterai Kendaraan Listrik, Indonesia Berpotensi Jadi Negara Terkaya di Dunia 

Dani M Dahwilani · Minggu, 17 Oktober 2021 - 07:53:00 WIB
Kuasai Baterai Kendaraan Listrik, Indonesia Berpotensi Jadi Negara Terkaya di Dunia 
Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara terkaya di dunia dengan menguasai baterai kendaraan listrik. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara terkaya di dunia dengan menguasai industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Ini mengingat posisi Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, serta masih tingginya bahan baku primer lain, seperti cobalt, mangan, dan aluminium. 

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menggaris bawahi meningkatnya kebutuhan baterai kendaraan listrik akan mendukung peran strategis Indonesia dalam rantai pasok global industri EV. Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, serta masih tingginya cadangan bahan baku primer lainnya seperti cobalt, mangan, dan aluminium harus mampu memanfaatkan sumber daya alam ini. 

Dia mencatat saat ini ada sembilan perusahaan yang telah siap mendukung industri baterai, masing-masing lima perusahaan penyedia bahan baku baterai, dan 4 perusahaan produsen baterai.  

"Industri baterai Indonesia harus mengantisipasi perkembangan teknologi ke depan yang berdampak pada harga lebih murah, energi yang dihasilkan lebih tinggi, dan waktu pengisian yang singkat. Adanya teknologi disruptive battery seperti ini, mengindikasikan ketersediaan nikel, mangan dan kobalt melimpah tidak menjamin produksi baterai keberhasilan produksi baterai. Pertimbangan biaya dan kemampuan storage dari material baru juga harus diantisipasi,” ujar Agus dalam webinar Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin).  

Sementara itu, Dosen Desain Produk FSRD-ITB, Yannes Martinus Pasaribu menilai, pemerintah memegang peranan penting dalam mensukseskan program kendaraan listrik untuk menekan emisi karbon itu. 

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: